Akuisisi 49,99% Saham, Pollux Properti Indonesia Kuasai Duta Megah Laksana

April 30, 2020, 05:04 PM UTC

Penulis: wahyudatun nisa

Ilustrasi industri properti. / Dok. PT Pollux Properti Indonesia Tbk

Jakarta-Emiten properti PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) menambah kepemilikannya pada entitas anak perusahaan yakni PT Duta Megah Laksana dengan mengakuisisi 49,99% saham.

Dikutip dari laporan aksi korporasi di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 30 April 2020, jumlah saham milik perusahaan berkode saham POLL itu pada entitas anaknya menjadi 99,99%. Sedangkan, sisa sahamnya dimiliki oleh PT Borneo Melawai Perkasa.

Hasil dari aksi korporasi yang dilakukan pada 26 Maret itu, tercatat PT Pollux Properti Indonesia Tbk jumlah sahamnya menjadi 249.999 lembar dengan nilai nominal sebesar Rp24,99 miliar. Sementara, PT Borneo Melawai Perkasa jumlah sahamnya menyusut menjadi satu lembar atau senilai Rp100.

Di sisi lain, anak perusahaan emiten properti itu melakukan penambahan modal disetor sebesar Rp20 miliar atau meningkat 80%. Sehingga jumlah modal disetor menjadi Rp45 miliar dari semula sebesar Rp25 miliar.

Sehingga, secara keseluruhan jumlah sahamnya bertambah dari 250.000 lembar menjadi 450.000 lembar saham. Dengan rincian, PT Pollux Properti Indonesia Tbk jumlah sahamnya sebanyak 449.999 lembar dan PT Borneo Melawai Perkasa sebanyak satu lembar saham.

Peningkatan modal disetor ini ditujukan untuk menambah modal kerja guna penyelesaian proyek Condotel Amarsvati di Lombok. Jumlah penambahan modal ini akan disetor oleh pemegang saham dengan cara tunai ke kas perseroan.

Sebelumnya, emiten properti tersebut juga telah melakukan hal serupa. Dimana, perseroan melalui anak usahanya yakni PT Pollux Mega Kencana telah mengakuisisi 29,99% saham PT Pollux Aditama Kencana. Sehingga, kepemilikan entitas anak perseroan menjadi sebesar 99,99%.

Adapun, perusahaan ini juga melakukan peningkatan modal dasar dan modal disetor untuk menambah modal kerja dalam rangka penyelesaian proyek pengembang kawasan mega superblok Pollux Chadstone Cikarang.

Peningkatan modal kerja ini naik sebesar 57,9% dari semula sebesar Rp760 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Sementara, modal disetor bertambah sebesar Rp110 miliar menjadi Rp300 miliar.