Akuisisi 49 Persen Hak Partisipasi di Blok Sengkang, ENRG Tinggal Tunggu Persetujuan Pemerintah

30 Agustus 2021 17:50 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) (emp.id)

JAKARTA – Emiten migas afiliasi Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengambil alih 100% kepemilikan di PT Energi Maju Abadi (EMA). 

Perjanjian jual beli ini dilakukan agar ENRG dapat memiliki 49% hak partisipasi di wilayah kerja (WK) Sengkang atau Blok Sengkang di Sulawesi Selatan yang dimiliki oleh EMA. 

“Transaksi ini akan menjadi efektif setelah adanya persetujuan dari pemerintah,” ungkap manajemen ENRG dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin, 30 Agustus 2021.

Sebagai informasi, kontrak kerja sama Blok Sengkang yang memiliki luas area 2.925,23 km2 ini berlaku hingga 2042. Pada 2018 lalu, kontraktor Blok Sengkang yang terdiri atas Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd dan EMA mendapat perpanjangan kontrak 20 tahun yang mulai berlaku 24 Oktober 2022.

Pihak ENRG mengungkapkan produksi bruto gas di Blok Sengkang saat ini tercatat sekitar 40 juta kaki kubik per hari. Pembeli dari produksi gas di blok ini adalah PT Energy Sengkang, PT PLN (Persero), dan Pertamina Jargas.

Blok Sengkang memiliki cadangan 1P (proven) sebesar 396 miliar kaki kubik, cadangan 2P (proven + probable) sebesar 423 miliar kaki kubik, dan cadangan 3P (proven + probable + possible) sebesar 484 miliar kaki kubik.

Rencana aktivitas pengembangan Blok Sengkang antara lain adalah studi geologi, survei 2D seismik (sepanjang 800 km), survei 3D seismik (seluas 100 km2), dan pengeboran 13 sumur eksplorasi.

Beberapa waktu lalu, Direktur Keuangan ENRG Edoardus Ardianto mengatakan pihaknya akan mengeluarkan pendanaan untuk mengembangkan proyek gas Blok Sengkang tersebut. 

Menurutnya, proyek gas Blok Sengkang memiliki prospek yang bagus dan berharap aktivitas pengembangan tersebut dapat menambah jumlah cadangan dan volume produksi gasnya di masa mendatang. 

“Peningkatan produksi gas tersebut tentunya akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan di masa depan,” ujarnya.

Sebagai informasi, ENRG juga mengoperasikan beberapa blok migas di Indonesia, termasuk Blok Bentu, Malaka, dan Kangean. ENRG memiliki 100% hak partisipasi di Blok Bentu dan Malaka dan 75% di Blok Kangean. Di Blok Kangean, Japan Petroleum Exploration Co. Ltd. memegang sisa 25% hak partisipasi.

Berita Terkait