Aktivitas Belanja dan Ritel Pulih, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diprediksi Tetap Positif

15 Oktober 2021 13:15 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Gerai ritel modern Hyfresh Supermarket milik PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dari Lippo Group. ( Facebook @hyfreshid)

JAKARTA  -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil survei mengenai mobilitas penduduk selama September 2021. Dengan mobilitas yang mulai pulih, BPS memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga melanjutkan tren positif kuartal sebelumnya.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan indikator utama yang menunjukkan pemulihan ekonomi pada kuartal ketiga adalah kegiatan masyarakat pada pusat-pusat perbelanjaaan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pada September 2021, BPS mencatat kegiatan perbelanjaan meningkat 5% menjadi 20,5% dari bulan Agustus sebesar 5%.

Peningkatan kegiatan perbelanjaan ini sejalan dengan pelonggaran PPKM yang mulai dicanangkan pemerintah pada September.

"Dan itu tentu saja berpengaruh terhadap indikator yang akan dirilis pada pagi hari ini dan untuk indikator PDB yang akan kita rilis pada bulan November," kata Margo dalam konferensi pers, Jumat, 15 Oktober 2021.

Margo menambahkan pemulihan ekonomi juga mulai berjalan seiring perbaikan pada sektor perdagangan ritel dan rekreasi pada September.

Menurut data BPS, penyusutan kegiatan perdagangan ritel dan rekreasi membaik meski masih negatif. Dibandingkan Agustus, mobilitas perdagangan ritel dan rekreasi September meningkat 10,6 percentage point (pp) menjadi minus 1,9% dari 12,5% pada Agustus.

"Yang pertama, kalau kita melihat mobilitas penduduk pada perdagangan ritel dan tempat rekreasi ini angkanya mengalami perbaikan meskiun belum pada kondisi normal yaitu minus 1,9," papar Margo.

Selain itu, perbaikan mobilitas masyarakat juga terjadi pada beberapa segmen inti seperti taman, tempat transit dan rumah.

"Kemudian di taman mengalami perbaikan meskipun belum kondisi normal angka minus 7,9 persen. Di tempat kerja mengalami perbaikan tapi masih minus 15,9 persen, tempat transit minus 27,5 persen dan rumah 6,3 persen," terang Margo memulai paparannya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi perekonomian Indonesia masih tumbuh positif pada kuartal III-2021 setelah pemerintah melakukan pelonggaran PPKM.

Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, pertumbuhan ekonomi selama Juli-September mencapai 5% secara tahunan (yoy).

"Ekonomi mulai membaik, setelah tumbuh tinggi 7,07% yoy pada kuartal II 2021, insyaallah di kuartal III 2021 semoga bisa tumbuh sekitar 5% yoy," katanya.

Dia melihat bahwa kegiatan perekonomian pada kuartal III-2021 mulai mengalami perbaikan setelah penerapan PPKM pada Juli lalu.

Meski begitu, setelah dilakukan pelonggaran karena grafik kasus COVID-19 menurun, aktivitas ekonomi pun mulai pulih kembali.

Bank Indonesia optimis, sentimen mobilitas masyarakat akibat pelonggaran PPKM mengerek pertumbuhan ekonomi di kuartal tersisa.*

Berita Terkait