AKRA Optimis Profit Tumbuh Berkat Investasi Smelter Tembaga di KEK JIIPE Gresik

09 September 2021 01:33 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (akr.co.id)

JAKARTA -- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) optimis profit perseroan bakal tumbuh optimal berkat investasi smelter tembaga dan kilang logam mulia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

"Kami melihat peningkatan minat investor terhadap fasilitas, konektivitas, dan benefit serta insentif yang diberikan KEK JIIPE Gresik. Di antaranya adalah dengan masuknya pembangunan smelter tembaga dan kilang logam mulia di JIIPE," ujar Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo dalam Public Expose Live 2021, Rabu, 8 September 2021.

Dia yakin bahwa kinerja perusahaan akan terus positif seiring dengan peningkatan kontribusi KEK JIIPE Gresik terhadap pendapatan konsolidasi perseroan.

Terkait smelter tembaga di JIIPE, dia mengatakan bahwa proyek itu membutuhkan infrastruktur pendukung khusus termasuk listrik, air dan pengolahan limbah, jalur konveyor dan pipa serta dermaga.

Dengan begitu, investasi pada KEK JIIPE Gresik menunjukkan perkembangan yang signifikan dan memasuki momentum monetisasi aset perusahaan.

"Baru saja kami menandatangani permintaan tambahan sewa lahan laydown area dan fasilitas pelabuhan," kata Haryanto.

Adapun, smelter tembaga dibangun oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Pembangunan ini berkontribusi besar pada pendapatan AKRA.

Diketahui, pendapatan AKRA dari JIIPE Gresik mencapai Rp442 miliar pada semester pertama tahun ini dan diproyeksikan akan terus meningkat secara signifikan.

Outlook Positif

Haryanto mengungkapkan bahwa perseroan melihat outlook yang positif pada segmen perdagangan dan distribusi.

Hal itu sejalan dengan perbaikan ekonomi, peningkatan aktivitas pertambangan serta hilirisasi, dan ekspansi kimia dasar.

Outlook segmen BBM positif seiring dengan berkembangnya industri pertambangan, perkebunan, dan segmen ritel.

Sementara, segmen kimia dasar juga mencatat pertumbuhan dengan adanya perbaikan ekonomi makro, terutama dari industri rayon dan smelter alumina.

Dia mengklaim bahwa sebagai salah satu sektor kritikal, AKRA tetap harus beroperasi dengan prosedur kesehatan yang ketat.

"Strategi perseroan untuk beradaptasi dengan era New Normal antara lain adalah menjaga keamanan dan kesehatan pekerja, investasi upgrade platform IT, pengelolaan modal kerja, dan pengendalian biaya yang ketat," pungkasHaryanto.

Laba Bersih Tumbuh 28 Persen

Haryanto menjelaskan bahwa segmen perdagangan distribusi dan peningkatan kontribusi JIIPE di Gresik menjadi faktor utama pertumbuhan selama setengah tahun ini.

Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih 28% mencapai Rp550 miliar. Laba bersih ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp432 miliar.

Sementara EBITDA pada paruh pertama 2021 mencapai Rp946 miliar, naik 18% dari periode tahun lalu sebesar Rp 805 miliar.

Di sisi lain, pendapatan pada semester I-2021 tercatat sebesar Rp10,71 triliun. Sebanyak 71% dari total pendapatan berasal dari distribusi BBM, 19% dari penjualan kimia dasar, 4% dari kawasan industri JIIPE, dan logistik dan lainnya sebesar 6%.

AKRA juga mencatat posisi keuangan yang kuat dengan total aset mencapai Rp20 Triliun, dengan rasio net gearing yang sehat di 0,11x per 30 Juni 2021.

Sementara, total hutang turun 16,5% mencapai Rp3,3 triliun dari Rp3,9 triliun pada tahun buku 2020. Di samping  itu, perseoran berhasil mencetak pertumbuhan pada indikator keuangan termasuk kas bersih dari operasi yang mencapai Rp1,6 triliun.

"AKR berhasil menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif di tengah pandemi. Kami terus mempertahankan pengendalian biaya yang ketat, mengelola risiko dan terus mengirimkan produk esensial BBM dan bahan kimia ke pelanggan kami dengan mempertahankan protokol kesehatan COVID 19," ungkap Haryanto.*

Tags:akra

Berita Terkait