AKR Corporindo Raih Kontrak Konstruksi Infrastruktur Smelter Tembaga Freeport di Gresik

06 September 2021 13:48 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur/ Jiipe.com

JAKARTA – Pengelola kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), telah menandatangani perjanjian konstruksi dan penggunaan infrastruktur pelabuhan JIIPE dengan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Perjanjian ini ditandatangani oleh PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), perusahaan di mana AKRA memiliki 40% saham di dalamnya. BMS merupakan pengelola dermaga dan penyediaan jasa kepelabuhanan di JIIPE, Gresik.

Direktur & Corporate Secretary AKRA Suresh Vemu mengungkapkan perjanjian antara BMS dan Freeport Indonesia ini untuk menunjang kegiatan pengoperasian proyek smelter tembaga di JIIPE.

“Perjanjian ini berlaku selama 40 tahun, di mana BMS memberikan hak eksklusif kepada PTFI atas penggunaan dan akses infrastruktur BMS yang dibangun untuk PTFI selama jangka waktu tersebut,” ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 6 September 2021.

Dalam perjanjian tersebut, BMS akan membangun, mengoperasikan, dan memelihara infrastruktur BMS. Infrastruktur tersebut antara lain, adalah dermaga khusus untuk PTFI, trestle, jembatan dan pengambilan air laut.

BMS juga akan memberikan layanan kepelabuhanan kepada PTFI untuk kegiatan bongkar muat barang-barang milik PTFI di dermaga PTFI.

Freeport sendiri sudah mulai membangun smelter yang diharapkan selesai sebelum akhir 2023. Suresh berharap terjalinnya hubungan bisnis ini dapat saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Kontrak bersama Freeport ini melengkapi kontrak anak usaha AKRA, yaitu PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS). Pada 27 Agustus 2021 lalu, BKMS menyewakan tanah di JIIPE kepada perusahaan tambang tembaga dan emas tersebut.

Suresh mengungkapkan, Freeport membutuhkan lahan dan layanan tambahan di KEK JIIPE Gresik untuk pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian smelter.

“KEK JIIPE akan menyediakan tanah untuk disewakan serta utilitas dan layanan pendukung untuk operasional pemurnian tembaga beserta infrastruktur pendukung,” ujarnya pada Jumat, 27 Agustus 2021 lalu.

Adapun perjanjian memberikan sewa jangka panjang 80 tahun, dibagi menjadi masa sewa awal 18 tahun, diikuti 2 tahun lagi. Dalam hal ini, Freeport juga berhak memperpanjang selama enam periode, masing-masing 10 tahun sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam perjanjian.

 

 

Berita Terkait