Akhirnya Bosowa dan Koperasi Pegawai Bulog Dihapus dari Pemilik Saham Bank KB Bukopin

19 September 2021 19:32 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Sukirno

Akhirnya Bosowa dan Koperasi Pegawai Bulog Dihapus dari Pemilik Saham Bank KB Bukopin. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA – PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) akan melakukan partial delisting yang akan menghapus kepemilikan saham beberapa pihak terhapus, salah satunya perusahaan milik keluarga Aksa Mahmud PT Bosowa Corporindo.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), partial delisting ini disebabkan oleh Peraturan Pemerintah nomor 29 tahun 1999 yang menyebutkan kepemilikan saham kurang dari 1% tidak dicatatkan lagi di BEI.

Partial delisting akan aktif pada 20 September 2021 dengan jumlah saham yang di-delist sebanyak 514.121.700 saham milik Kopkapindo dan PT Bosowa Corporindo. Dengan adanya delisting ini jumlah saham Bank KB Bukopin pun tercatat sebanyak 31.996.002.771.

“Penambahan partial delisting dalam rangka implementasi Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1999, sehingga total saham Perseroan yang tidak dicatatkan adalah sebanyak 677.248.423 saham,” tertulis dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Minggu, 19 September 2021.

Secara rinci, kepemilikan saham yang di-delist adalah 397 397.602.613 saham atas nama Koperasi Perkayuan Apkindo - MPI (Kopkapindo), 188.779.606 saham atas nama PT Bosowa Corporindo, dan 90.866.204 saham atas nama Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo).

Bosowa sendiri harusnya sudah mendivestasi sahamnya di Bank KB Bukopin sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan, 24 Agustus 2021. Hal ini mengacu pada putusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK mengharuskan Bosowa mengalihkan kepemilikan sahamnya di Bank KB Bukopin dalam waktu paling lambat setahun. Ini karena Bosowa gagal dalam fit and proper test sebagai pemegang saham pengendali.

Sebelumnya berdasarkan laporan keuangan semester I-2021, KB Kookmin Bank dari Korea Selatan mendominasi kepemilikan saham di BBKP, yakni 67%. Disusul oleh Bosowa Corporindo sebesar 9,7%, Negara Republik Indonesia 3,18%, dan publik 20,12%.

Berita Terkait