Akan Buyback 250 Juta Saham, Kalbe Farma Siapkan Rp250 Miliar

20 Agustus 2021 18:48 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) / Dok. Kalbe Farma

JAKARTA – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana melakukan pembelian kembali alias buyback saham sebanyaknya-banyaknya 250 juta lembar saham atau maksimum Rp250 miliar.

Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius mengungkapkan bahwa transaksi buyback saham tersebut akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2021 – 19 November 2021. Perseroan juga membatasi harga pembelian saham maksimum Rp1.200 per lembar.

Vidjongtius menyebut, aksi korporasi ini akan dibiayai dari kas internal perusahaan. Sehingga, tidak membutuhkan pembiayaan tambahan dan dinilai tidak akan berdampak signifikan kepada penurunan pendapatan perseroan.

“Rencana pembelian kembali saham akan mengakibatkan penurunan jumlah saham beredar, namun diperkirakan tidak berdampak signifikan terhadap laba per saham perseroan,” ujarnya, Jumat, 20 Agustus 2021.

Ia mengatakan, buyback saham ini diharapkan dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif, selain memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham KLBF secara fundamental.

Menurutnya, pembelian kembali atas saham perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang. Di mana, saham treasuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai optimal jika pihaknya membutuhkan penambahan modal.

“Pembelian kembali saham akan dilaksanakan melalui transaksi di BEI, dan untuk itu perseroan akan menggunakan jasa dari perantara pedagang efek,” tutur dia.

Sebagai informasi, perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp12,37 triliun pada semester I-2021, tumbuh sebesar 6,6% dibandingkan dengan semester I-2020 yang sebesar Rp11,8 triliun. Sedangkan, laba bersih tumbuh 7,9% menjadi Rp1,49 triliun dari Rp1,39 triliun.

Di lantai bursa, saham KLBF menguat 3,6% menuju level harga Rp1.295 per lembar menjelang penutupan perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021. Saat ini, kapitalisasi pasar perseroan tercatat mencapai Rp60,7 triliun.

Berita Terkait