Airlangga Minta Kepala Daerah Segera Belanja Agar Ekonomi Tumbuh

25 Agustus 2021 02:50 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Nampak sejumlah pengunjung tengah berbelanja kebutuhan pokok makanan di pasar modern kawasan BSD Tangerang Selatan, Senin 26 Juli 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta semua kepala daerah meningkatkan realisasi belanja daearah guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

"Di Bulan Agustus ini, Bupati dan Wali Kota harus mengakselerasi belanja daerah. Karena ini adalah engine yang bisa mempertahankan pertumbuhan baik di pusat maupun di daerah," ujar Airlangga dalam acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah Dalam Negeri bagi Bupati, Wali Kota beserta Wakil Wali Kota, pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Dia kembali menegaskan, sejak kuartal I-2021, ekonomi terlihat mulai tumbuh positif, salah satunya diungkit oleh konsumsi rumah tangga dan belanja publik.

Setelah tumbuh sebesar 3,1% pada kuartal I-2021, ekonomi Indonesia kembali meningkat pada kuartal kedua dengan 7,07% (yoy), atau tumbuh sekitar 3,31% secara kuartalan (qtq).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh perbaikan, baik konsumsi rumah tangga maupun pemerintah.

Pada semester I-2021, realisasi belanja negara tumbuh sebesar 9,5% (yoy) yang ditopang dari tingginya realisasi belanja pemerintah pusat terutama belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93% secara tahunan (yoy). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga tumbuh besar didorong oleh penjualan eceran yang meningkat, penjualan wholesale mobil dan sepeda motor, peningkatan jumlah penumpang transportasi.

Airlangga berharap, sejumlah indikator utama yang menunjukkan perbaikan dan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut. 

Indikator sektor eksternal, misalnya, menunjukkan kondisi yang relatif baik dan terkendali. Hal ini tercermin dari beberapa indikator, seperti defisit transaksi berjalan yang mengecil, cadangan devisa yang terus meningkat, ekspor impor yang naik signifikan, nilai tukar rupiah dan IHSG yang terjaga, yield obligasi pemerintah yang melandai, dan rasio Utang Luar Negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto dalam level yang aman.

Secara spasial, lanjut Airlangga, perbaikan pertumbuhan ekonomi juga terjadi. Wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali & Nusa Tenggara telah mengalami perbaikan ekonomi yang signifikan, sejalan dengan membaiknya perekonomian domestik.

Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat khususnya didukung oleh peningkatan ekspor yang terjadi seiring dengan kenaikan harga komoditas global.

"Pemerintah akan terus melakuan pengendalian pandemi lewat respons berbagai kebijakan. Dengan diberlakukannya PPKM Level 3 di wilayah aglomerasi, diharapkan bisa meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi sehingga di akhir tahun ini secara year on year kita bisa mencapai sebesar 3,7-4,5 persen," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk mendorong kenaikan anggaran Program PEN 2021 sehingga saat ini telah mencapai sebesar Rp744,77 triliun.

Refocusing ini diarahkan untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM melalui peningkatan anggaran berbagai perlindungan sosial, seperti percepatan pencairan Bansos Tunai, peningkatan jumlah penerima dan manfaat Kartu Sembako, melanjutkan Program Diskon Listrik, penambahan anggaran Kartu Pra Kerja dan Bantuan Subsidi Upah (BSU).*

Berita Terkait