Agung Podomoro Mulai Pembangunan Grand TOD Kota Podomoro Tenjo

January 18, 2021, 08:29 PM UTC

Penulis: Laila Ramdhini

Pengunjung melihat maket pembangunan Mega Proyek Kota Mandiri dan Satelit Baru Kota Podomoro Tenjo di Atrium Central Park Jakarta, senin, 17 Agustus 2020. Kota Podomoro Tenjo persembahan Agung Podomoro Group diharapkan menjadi katalisator perekonomian Indonesia sekaligus menginspirasi pelaku usaha properti yang lain maupun stakeholder di bisnis properti, untuk bersama – sama membangkitkan kembali industri properti di Tanah Air. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Agung Podomoro Group memulai pembangunan Grand Transit Oriented Development (TOD) Kota Podomoro Tenjo, Bogor, Jawa Barat. TOD ini akan menghubungkan Kota Podomoro Tenjo dengan infrastruktur jalan tol dan akses KRL commuter line Jabodetabek.

Assistant Vice President Kota Podomoro Zaldy Wihardja mengatakan pembangunan infrastruktur dasar termasuk fasilitas TOD ini sejalan dengan penyelesaian hunian Kota Podomoro Tenjo yang dilakukan secara bertahap.

“Kami akan segera memulai pembangunan Grand Transit Oriented Development (TOD) sebagai jantung utama Kota Podomoro Tenjo yang mendukung semua aktivitas dan mobilitas penghuni,” kata Zaldy di Jakarta, Senin, 18 Januari 2021.

Zaldy mengatakan pembangunan kawasan terintegrasi transportasi massal ini akan menjadi keunggulan Kota Podomoro Tenjo dibandingkan dengan proyek serupa lainnya. Dengan Grand TOD, kota baru yang dijuluki The Next Serpong ini menjadi kawasan terlengkap dan paling modern.

“Kota Podomoro Tenjo juga akan memiliki nilai investasi yang menjanjikan,” ujar Zaldy.

Pengembangan Grand TOD Podomoro Tenjo ini mencakup kawasan dengan fasilitas lengkap seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, hotel, perkantoran, hiburan, dan lain-lain.

Nantinya, jalur pejalan kaki yang disebut green belt akan menghubungkan seluruh klaster hunian maupun fasilitas di Podomoro Tenjo dengan Grand TOD tersebut.

Assistant Vice President Kota Podomoro Zaldy Wihardja (kiri) berdiskusi dengan calon pembeli Kota Podomoro Tenjo saat meninjau lokasi Rumah Contoh Kota Podomoro Tenjo yang berada di kawasan Central Park Podomoro City, Jakarta Barat, Senin, 7 Desember 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Peluncuran Klaster Baru

Lebih lanjut, Zaldy menuturkan Grand TOD ini akan meningkatkan aksesibilitas Kota Podomoro Tenjo. Fasilitas ini akan menghubungkan Kota Podomoro Tenjo dengan Stasiun Tigaraksa dan Tol Serpong-Balaraja.

“Tol Serpong-Balaraja nantinya langsung terhubung dengan fly over ke TOD Kota Podomoro Tenjo dengan jarak sekitar 2 kilometer,” jelasnya.

Dengan lokasinya yang strategis, tidak heran jika Kota Podomoro Tenjo menjadi incaran konsumen. Tinggi minat pembeli terlihat dari penjualan klaster Angsana tahap 1 dan 2 yang sudah 100%, serta tahap 3 dan 4 mencapai 90%.

“Klaster ini merupakan klaster rumah tipe premium yang memiliki tanah luas mulai dari 119 meter persegi (m2) sampai dengan 172 m2 dengan harga mulai Rp500 jutaan,” kata Zaldy.

Selain klaster tipe premium tersebut, pada akhir 2020 Agung Podomoro juga telah meluncurkan klaster tipe deluxe di Kota Podomoro Tenjo yakni klaster Kalamenta dan klaster Kana.

Hunian ini menyasar generasi milenial karena dipasarkan sangat terjangkau mulai Rp200 jutaan. Kedua klaster ini pun mendapat sambutan yang sangat luar biasa sehingga total hunian yang berhasil dipasarkan sudah melebihi 1.200 hunian.

Ke depan, Agung Podomoro akan melakukan peluncuran klaster Kana Tahap 2 dan soft introduction (pre-sale) klaster rumah premium yakni Burgundy.

“Klaster Burgundy inilah yang sangat istimewa karena menempel langsung dengan TOD Kota Podomoro,” kata Zaldy.

Peluncuran Klaster Kana Tahap 2 dan Pre-Sale Burgundy ini akan dilaksanakan via online yaitu melalui aplikasi Zoom dari Marketing Lounge Kota Podomoro di Central Park Podomoro City Jakarta,

Zaldy menuturkan hunian di Kota Podomoro Tenjo diminati oleh konsumen yang tengah mencari rumah pertama yang didominasi oleh kaum milenial.

Selain itu, para investor juga memiliki minat yang tinggi karena harga tanah yang relatif lebih murah untuk ukuran tanah yang lebih luas dibandingkan dengan harga tanah pengembangan di area sekitar.

Hal ini membuat kawasan Tenjo yang bersebelahan dengan Tangerang Selatan (25 menit dari Tol Serpong-Balaraja) memiliki nilai investasi dari kenaikan harga tanah yang lebih potensial di masa mendatang.

“Tiga klaster itu saja belum bisa menampung jumlah pembeli yang minat dengan hunian kami. Dengan minat yang terus berdatangan, Agung Podomoro secara bertahap akan meluncurkan klaster-klaster hunian berikutnya di Kota Podomoro Tenjo,” kata Zaldy. (SKO)