Aduh! Gara Gara BEPS Pajak Global Berpitensi Hilang Rp3.360 Triliun

14 September 2021 04:23 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis bahwa melalui keputusan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga acuannya akan mampu mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia. / Antara Foto

JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan potensi penerimaan pajak global  hilang dalam jumlah signifikan. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp3.360 triliun per tahun. Hal ini diakibatkan penggerusan basis pajak atau Base Erosion and Profit Shifting (BEPS).

"Basis pajak semua negara mengalami penggerusan karena begitu dinamisnya kegiatan antarnegara tersebut dengan difasilitasinya ekonomi digital," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengutip dari Antara pada Selasa, 14 September 2021 .

Ia menjelaskan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan fundamental terhadap sistem perekonomian global dan Indonesia.

Hal ini kemudian menyebab transaksi lintas negara alias cross border transactions, dan transaksi ekonomi digital yang meningkat sangat dinamis.

Berdasarkan penelitian yng dilakukan pada tahun 2008 lalu menunjukkan bahwa praktik BEPS dilakukan dengan memanfaatkan isu kerahasiaan bank atau bank secrecy dan isu perbedaan tarif Pajak Penghasilan (PPh) atau race to the bottom, di banyak negara atau yurisdiksi.

"Agenda reformasi perpajakan di Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi dan perubahan dinamika global, terutama munculnya teknologi digital," tegas Sri Mulyani.

Selain isu BEPS, Bendahara Negara menyebutkan dunia juga dihadapkan pada isu bagaimana membagi hak pemajakan yang adil atas laba usaha perusahaan berbasis digital dan beroperasi di yuridiksi yang bermacam-macam.

Dengan demikian, beragamnya isu tersebut mendorong para pimpinan negara G-20 dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) untuk merumuskan dan menyepakati 15 BEPS Action Plan di tahun 2015.

Berita Terkait