Adhi Karya Tawarkan Obligasi Rp673,5 Miliar untuk Beli Aset dan Bayar Utang

19 Agustus 2021 13:45 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Pengerjaan proyek PT Adhi Karya

JAKARTA – Emiten konstruksi pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2021 senilai Rp673,5 miliar.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 19 Agustus 2021, obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan dibagi dalam dua seri.

Pertama, Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp200 miliar. Obligasi ini memiliki tingkat bunga tetap sebesar 7,5% per tahun dan berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal Emisi.

Kedua, Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp473,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,55% per tahun. Adapun jangka waktunya tiga tahun sejak tanggal emisi.

Manajemen menyebut, pemesanan pembelian obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya Rp5 juta atau kelipatannya.

Adapun dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk beberapa hal.

Pertama, kurang lebih 60% sebagai belanja modal berupa aset tetap, yaitu alat proyek (tower crane, land crusher, dump truck, dan lainnya), alat kantor, dan penyertaan proyek investasi infrastruktur.

Kedua, 16,4% akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang pokok. Sementara itu, sisanya akan digunakan untuk modal kerja yang terdiri dari proyek tol, kereta api, gedung, energi dan industri, dan proyek infrastruktur lainnya.

Adapun masa penawaran umum dimulai hari ini, dengan tanggal penjatahan 20 Agustus 2021, pengembalian uang pemesanan 24 Agustus 2021, distribusi obligasi secara elektronik 24 Agustus 2021, dan pencatatan obligasi di BEI pada 25 Agustus 2021.

Bertindak sebagai wali amanat, yakni PT Bank Mega Tbk. Sementara penjamin pelaksana obligasi, yakni PT Bahana Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan hasil idA- (single A minus) untuk obligasi ini. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 6 Agustus 2021 - 1 Agustus 2022.

Kinerja Semester I-2021

Sebagai informasi, sepanjang semester I-2021 laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk ADHI sebesar Rp8,28 miliar. Laba tersebut naik 20% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp6,9 miliar.

Namun sebaliknya, pendapatan perseroan periode ini turun 19,5% dari Rp5,52 triliun per semester I-2020, menjadi Rp4,44 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari jasa konstruksi sebesar Rp3,58 triliun, EPC sebesar Rp106,3 miliar, properti atau real estat sebesar Rp377,7 miliar, dan investasi infrastruktur Rp371,4 miliar.

Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan, dari Rp4,7 triliun per enam bulan pertama 2020, menjadi Rp3,7 triliun per semester I-2021.

Adapun total liabilitas ADHI mencapai Rp33,35 triliun, naik dari Rp32,52 triliun per akhir tahun lalu.  Untuk total ekuitas, jumlahnya naik meski tipis, yakni Rp5,57 triliun menjadi Rp5,58 triliun per semester I-2021.

Hingga semester I tahun ini, total aset perseroan mencapai Rp38,93 triliun, tumbuh dari dari total aset Rp38,09 triliun per akhir Desember tahun lalu.

 

Berita Terkait