Adhi Karya Raup Rp1,8 Triliun dari Proyek LRT

JAKARTA – Emiten konstruksi pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) kembali menerima pembayaran proyek LRT Jabodebek Fase I dari pemerintah. Melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero), emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berhasil mengantongi tambahan dana Rp1,8 triliun.

Sekreteris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho menjelaskan, pembayaran ini merupakan realisasi dari hasil pengerjaan LRT Jabodebek selama Oktober-Desember 2019. Ini, lanjut dia, merupakan realisasi pembayaran keenam yang didapatkan Adhi Karya selama menangani konstruksi proyek LRT Jabodebek.

“Secara keseluruhan ADHI telah menerima pembayaran atas pembangunan prasarana LRT Jabodebek senilai Rp10,8 triliun,” terang Parwanto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 1 Oktober 2020.

Adapun hingga saat ini, konstruksi proyek LRT Jabodebek sudah mencapai progres 77,3%. Secara rinci, progress dari jalur LRT Cawang–Cibubur kini sudah hampir selesai atau 91,2%. Selanjutnya, jalur Cawang–Kuningan–Dukuh Atas sudah 73%. Sedangkan jalur Cawang–Bekasi Timur sudah 70,7%.

Diketahui sejak 2015 lalu, Adhi Karya telah resmi ditunjuk sebagai kontraktor LRT Jabodebek. Penunjukkan tersebut telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 beserta perubahan-perubahannya.

Proyek yang digarap ADHI meliputi pekerjaan fisik untuk jalur layang, fasilitas operasi, rel, trek, stasiun, pemberhentian sementara dan depo. Hingga saat ini, proses pembangunan LRT masih terus dilanjutkan. Diharapkan, pembangunannya bakal selesai di Desember 2021.

Sementara itu, pada perdagangan 1 Oktober 2020, saham ADHI ditutup menguat 10 poin. Naik 2% ke level Rp510 dari sebelumnya Rp500. Adapun kapitalisasi pasar ADHI saat ini berada di level Rp1,81 triliun. (SKO)

Tags:
Adhi KaryaBUMNBUMN KaryaemiteninfrastrukturKontrak BaruLRTLRT JabodebekPT Adhi Karya (Persero) TbkPT Kereta Api Indonesia (Persero)
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: