Adaro Energy (ADRO) Gelontorkan Dana Rp2,76 Triliun Buat Eksplorasi Tambang Akhir Tahun 2021

11 Januari 2022 05:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Gedung Adaro Energy di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Emiten tambang milik konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menggelontorkan dana sebesar Rp2,76 triliun untuk melakukan aktivitas eksplorasi selama periode Desember 2021.

Sekretaris Perusahaan ADRO, Mahardika Putranto Hadikusumo mengatakan nilai tersebut berasal dari tiga anak usaha perseroan dan area eksplorasi yang berbeda. Sedangkan, PT Adaro Jasabara Indonesia menjadi pihak yang melakukan kegiatan eksplorasi.

Kegiatan eksplorasi pertama dilaksanakan pada area IUP SCM milik PT Semesta Centramas dengan nilai eksplorasi sebesar Rp278,95 miliar. Metode pengujian dan pemilihan area menggunakan sistem lubang lubang inti (core hole) seluruhnya (full core).

“Hasil aktivitas eksplorasi hingga akhir periode pelaporan ini adalah modelling area batas formasi dan penulisan laporan dengan rencana tindak lanjut berupa pengeboran stratigrafi,” tulis Mahardika melalui keterbukaan informasi, Senin, 10 Januari 2022.

Kedua, aktivitas eksplorasi dilakukan pada area IUP LSA milik PT Laskar Semesta Alam dengan nilai mencapai Rp714,87 miliar. Adapun metode yang digunakan pada area ini serupa dengan yang dilakukan pada area IUP SCM.

Sementara itu, hasil aktivitas eksplorasi hingga akhir periode pelaporan ini berupa modelling area batas formasi dan penulisan laporan. Adapun rencana tindak lanjutnya adalah pembuatan laporan untuk pengeboran stratigrafi, serta persiapan untuk rencana pengeboran selanjutnya.

Terakhir, kegiatan eksplorasi dikerjakan pada area IUP PCS milik PT Paramitha Cipta Sarana dengan nilai yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp1,76 triliun. Metode pengujian dan pemilihan area tidak berbeda dari dua area sebelumnya.

Hasil aktivitas eksplorasi juga tidak berbeda, yaitu berupa modelling area batas formasi dan penulisan laporan. Hanya saja, belum ditentukan rencana tindak lanjut dari hasil aktivitas eksplorasi ini.

Hingga kuartal III-2021, pendapatan usaha ADRO melonjak 31% year-on-year (yoy) menjadi US$2,57 miliar. Hal ini didorong oleh tren peningkatan harga batu bara dunia yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Sementara itu, laba periode berjalan perseroan meroket hingga 285,6% menjadi US$465,28 juta. Dengan mempertimbangkan perkembangan terakhir fundamental pasar batu bara, ADRO bahkan melakukan turut melakukan penyesuaian target profitabilitas.

Berita Terkait