Ada Rencana Relaksasi Pajak Kendaraan, Gaikindo Optimistis Capai Target Penjualan 2020

October 17, 2020, 02:17 PM UTC

Penulis: wahyudatun nisa

Suasana showroom penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih mengatakan Kebijakan pajak nol persen tidak akan berimbas ke pasar mobil bekas. Menurutnya, pasar mobil bekas tidak terganggu daya beli masyarakat saat ini masih rendah, sementara kebutuhan kendaraan pribadi dirasa penting untuk menghindari penyebaran Covid-19, maka mobil bekas yang dinilai memiliki harga mobil murah tetap menjadi pilihan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) meyakini dapat merealisasikan target penjualan ritel nasional sebanyak 600.000 unit hingga akhir 2020. Mengingat, adanya rencana relaksasi pajak kendaraan yang dapat mendorong daya beli.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengaku optimistis dapat mencapai target tersebut. “Kami harap angka 600.000 bisa tercapai sampai akhir tahun 2020, apalagi kalau ada relaksasi pajak-pajak dari pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2020.

Apalagi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memang tengah mengawal usulan keringanan berupa pembebasan tiga jenis pajak ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Ketiga keringanan itu diusulkan untuk pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak daerah atas mobil baru. Hal ini bertujuan untuk kembali menggairahkan pasar mobil yang tertekan pandemi COVID-19.

Sejalan dengan ini, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy menyampaikan daya beli masyarakat masih lemah. Untuk itu, diperlukan stimulus berupa insentif-insentif pembelian kendaraan termasuk relaksasi pajak.

“Secara umum, keringanan pajak dapat berdampak positif untuk mendorong penjualan,” kata Billy.

Mendukung hal ini, Marketing Director PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy menuturkan bahwa relaksasi pajak akan berdampak positif. Meski begitu, ia mengaku belum bisa menakar seberapa besar potensi dampak positif yang bisa ditimbulkan dari relaksasi pajak.

Pasalnya, kata dia, efeknya bergantung pada detil keputusan final pemerintah. “Yang dibutuhkan adalah timing, kalau bisa diputuskan segera,” ujarnya.

Hingga kuartal III-2020, penjualan ritel kumulatif mobil nasional mencapai 407.396 unit. Jumlah itu telah mencakup 67,9% dari target yang ditentukan hingga akhir 2020 untuk penjualan kendaraan nasional.