Ada PDP Corona, Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Dihentikan

Jakarta-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, setelah satu orang karyawan di lokasi proyek berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penghentian sementara ini berlangsung 14 hari terhitung sejak 16 April 2020. Pekerjaan dapat dimulai kembali apabila kondisi di lapangan dinyatakan aman.

“Pelaksanaan pemberhentiannya tetap mengacu pada mekanisme penghentian pekerjaan sementara yang diatur dalam Instruksi Menteri Nomor 2/ 2020,” katanya dilansir dari situs Kementerian PUPR, Kamis, 23 April 2020.

Tertulis dalam instruksi menteri tersebut, penyelenggaraan jasa konstruksi dapat diberhentikan sementara apabila terdapat keadaan kahar. Penghentian sementara ini tidak melepaskan hak dan kewajiban pengguna dan penyedia jasa terhadap kompensasi biaya upah tenaga kerja.

Upah tenaga kerja konstruksi seperti subkontraktor, produsen, dan pemasok yang terlibat akan tetap dibayar meski kegiatan konstruksi dihentikan sementara.

Basuki mengatakan hal ini dilakukan untuk melindungi hak dan kewajiban para pihak dengan tetap memperhatikan upaya pencegahan dan penanganan COVID-19.

Adapun, jalan tol sepanjang 83,75 kilometer ini pengerjaan konstruksinya terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Ruas Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 kilometer, Seksi 2 Ruas Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 kilometer, dan Seksi 3 Ruas Cileles-Panimbang sepanjang 33 kilometer.

Pembangunannya dikerjakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi sebesar Rp5,33 triliun. Dimana, pada Seksi 1 sampai 2 merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang dan Seksi 3 porsi pemerintah.

Saat ini tengah dikerjakan pembangunan pada Seksi 1 dengan progres konstruksi mencapai 57,31%. Kementerian PUPR menargetkan jalan tol ini akan dapat beroperasi pada 2022.

Kehadiran tol ini menjadi akses pendukung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon, serta memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan karena akan tersambung dengan Tol Jakarta-Merak.

Dengan adanya jalan tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung. Dari yang semula memakan waktu hingga 4-5 jam, nantinya akan menjadi 2-3 jam dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer/jam.

Selain sebagai penghubung menuju daerah pariwisata di sekitar wilayah Banten, pembangunan jalan tol ini juga akan memperlancar konektivitas perekonomian masyarakat baik dari sektor industri, barang, dan jasa.

Tags:
Covid-19Headlineinfrastrukturjalan tolKementerian PUPR
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: