Ada Kebijakan Fast Entry, Bukalapak Bisa Langsung Masuk Indeks LQ45?

05 Agustus 2021 15:24 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Anak usaha Bukalapak bakal mendapat kucuran dana. Terlihat gambar multiple exposure logo Bukalapak dan layar pergerakan IHSG di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian atas kriteria pemilihan indeks yang memungkinkan emiten dapat dipertimbangkan segera masuk (fast entry) ke dalam konstituen LQ45, IDX30, IDX80, JII, JII70, IDX BUMN20 serta IDX-MES BUMN 17.

Kebijakan ini dikeluarkan setelah BEI mempertimbangkan kebutuhan indeks yang lebih mewakili dinamika pasar. Di samping itu, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para emiten agar dapat segera tergabung dalam indeks-indeks tersebut.

Di antaranya telah tercatat di BEI minimal 20 hari bursa. Kemudian, memiliki kapitalisasi pasar free float minimal berada pada peringkat 5 atau minimal 2% dari total kapitalisasi pasar free float Indeks IDX30, serta memenuhi kriteria dan mengikuti proses seleksi indeks IDX30 yang ditentukan oleh otoritas Bursa.

Jika perusahaan tercatat telah memenuhi kriteria tersebut, maka bisa masuk sebagai konstituen indeks IDX30, LQ45, danIDX80. Lalu indeks JII dan Indeks JII70, jika emiten merupakan saham syariah. Selanjutnya, IDX BUMN20, jika emiten merupakan BUMN atau BUMD, dan IDX-MES BUMN 17, jika emiten merupakan saham syariah dan BUMN.

“Pengumuman perubahan konstituen yang masuk dan keluar indeks akibat penyesuaian fast entry diatas akan diumumkan maksimal 5 hari bursa sebelum tanggal efektif,” tulis manajemen BEI, Rabu, 4 Agustus 2021.

Penyesuaian indeksasi saham ini seakan membuka karpet merah bagi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang akan segera tercatat di Bursa pada 6 Agustus 2021. Hanya menunggu sekitar sebulan, saham BUKA bisa langsung masuk ke dalam daftar indeks populer, seperti IDX30, IDX80, dan bahkan LQ45.

Tak hanya bagi Bukalapak, saham emiten lain seperti PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga berpotensi masuk indeks LQ45 tanpa melalui evaluasi rutin. Sebab, ketiga emiten ini juga telah memenuhi kriteria yang disebutkan.

Aturan ini tampaknya bisa mendorong kinerja indeks saham LQ45 dalam waktu dekat. Pasalnya, sejumlah saham konstituen indeks tersebut terpantau tengah lesu. Bahkan, sebagian saham menjadi pemberat (laggard) bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sekadar informasi,BEI menggunakan dua metode untuk menentukan indeks saham, yakni full market capitalization yang mengacu ke kapitalisasi pasar serta capped adjusted free float market capitalization yang mengacu pada free float

Penghitungan menggunakan basis free float dianggap lebih efektif dalam menggambarkan kondisi pasar dibandingkan dengan penghitungan berbasis kapitalisasi pasar.

Berita Terkait