Ada Ancaman Resesi Ekonomi, Elon Musk Beri Komentar Nyinyir

09 Juni 2022 10:02 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Ananda Astri Dianka

Elon Musk

SILICON VALEY - Bos Telsa Elon Musk buka suara mengenai ancama kondisi ekonomi yang tengah terjadi saat ini. 

Mulai dari tumbangnya start up, dampak perang Rusia-Ukraina, hingga ancaman resesi ekonomi.

Alih-alih memberi komentar yang memotivasi, Elon musk malah melontarkan komentar nyinyir yang mengundang kontroversi.

Lewat kicauan pada akun Twitter miliknya, Musk menyebut bahwa rentetan masalah yang tengah terjadi pada dunia bukanlah masalah. Malahan, Ia  berpendapat bahwa itu merupakan sebuah hal baik.

Tak cukup sampai di situ. Musk bahkan menanggapi keruntuhan start up sebagai dampak dari banyaknya orang bodoh yang diberi uang.

"Ini sebenarnya hal yang baik. Sudah terlalu lama uang diberikan ke orang-orang bodoh. Beberapa kebangkrutan perlu terjadi," ucapnya seperti dikutip TrenAsia. com dari The Guardian Rabu, 8 Juni 2022.

Ia juga berkomentar mengenai pandemi COVID-19 yang menyebabkan orang terlena dan berpikir tak perlu bekerja keras karena berada di rumah.

"Juga, semua hal soal COVID-19 tinggal di rumah menipu orang untuk berpikir bahwa Anda sebenarnya tidak perlu bekerja keras, " tulisnya.

Bagi Musk, resesi adalah hal yang baik. Sebab menurutnya perusahaan dengan arus kas negatif sudah seharusnya mati. Dengan begitu, perusahaan akan berhenti menyerobot sumber daya yang harusnya menuju ke perusahaan dengan kategori sehat.

Bertentangan dengan Tesla

Komentar Musk terhadap resesi dan arus kas perusahaan negatif yang sudah seharusnya hancur rupanya bertentangan dengan kondisi Tesla. Sedikit tapak tilas, Tesla juga tumbuh dengan penggalangan modal sebesar US$20 miliar selama 8 tahun terhitung dari  2010 hingga 2018.

Di saat bersamaan perusahaan mencatatkan arus kas negatif US$9 miliar. Tesla diketahui baru mencatatkan laba pertamanya pada tahun lalu.

Kondisi lainnya, Tesla juga diketahui mendapat keringanan pajak untuk kendaraan ramah lingkungan dan rutin membantu dirinya sendiri untuk subsidi pada perusahaan. Sejak Agustus 2021, Tesla menerima insentif sebesar US$64 juta untuk kepindahan ke Austin Texas dan membangun pabrik baru Giga Texas.

Bukan hanya Tesla, perusahaan milik Elon Musk lainnya juga tercatat sebagai perusahaan yang mendapatkan manfaat.

LA Times mencatat pada 2015, jumlahnya hampir US$5 miliar, termasuk SpaceX senilai US$2,89 miliar dengan NASA serta US$653 juta untuk kontrak bersama angkatan udara.

Berita Terkait