ABM Investama Terbitkan Obligasi Global Senilai Rp2,87 Triliun di Bursa Efek Singapura

10 Agustus 2021 10:45 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Lambang emiten tambang batu bara PT ABM Investama Tbk (ABMM) / Dok. Perseroan

(2021/07/ABM-Investama.jpg)

JAKARTA – Emiten batu bara PT ABM Investama Tbk (ABMM) telah menerbitkan surat utang global senilai US$200 juta atau setara Rp2,87 triliun (dengan kurs Rp14.402 per dolar AS). ABMM menerbitkan surat utang ini di Bursa Efek Singapura (SGX) pada 5 Agustus 2021.

Surat utang senilai US$200 juta tersebut akan jatuh tempo pada 2026 dengan tingkat bunga tetap 9,5% per tahun. Bunga tersebut akan dibayarkan setiap 6 bulan dan dimulai pada 5 Februari 2022.

“Perseroan akan menggunakan hasil bersih dari transaksi tersebut untuk mendanai penawaran tender atas sebagian surat utang 2022 atau untuk melunasi sebagian surat utang 2022,” ujar manajemen ABMM dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 10 Agustus 2021.

Jumlah yang terutang berdasarkan surat utang 2022 pada tanggal keterbukaan informasi ini adalah sebesar US$350 juta sementara penyelesaian penawaran tender atas surat utang 2022 diperkirakan terjadi pada 9 Agustus 2021.

Terdapat dua pembeli awal surat utang ini, yaitu Deutsche Bank AG cabang Singapura dan Mandiri Securities Pte. Ltd. yang juga berkedudukan di Singapura. Bank of New York Mellon menjadi wali amanat dalam surat utang ini.

Tidak terdapat hubungan afiliasi antara para pembeli awal dengan perseroan dan anak perusahaan penjamin. Baik dari anggota direksi, anggota dewan komisaris dan pemegang saham utama perseroan atau anak perusahaan penjamin.

Dalam surat utang ini, ABMM menjaminkan 10 anak perusahaannya, yaitu PT Reswara Minergi Hartama, PT Tunas Inti Abadi, PT Pelabuhan Buana Reja, PT Cipta Kridatama, PT Cipta Krida Bahar, PT Sanggar Sarana Baja, PT Alfa Trans Raya, PT Baruna Dirga Dharma, PT Dianta Daya Embara, dan PT Prima Wiguna Parama.

 

 

Berita Terkait