9 Anak BUMN Bakal IPO, dari Sub Holding Pertamina hingga Mitratel dan LinkAja

16 Juli 2021 13:03 WIB

Penulis: Sukirno

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (tengah) bersama Komisaris Utama Telkom Rhenald Kasali (paling kanan) serta Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (paling kiri) menyaksikan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) tahap I untuk pengalihan kepemilikan sebanyak 1.911 dari total 6.050 menara telekomunikasi Telkomsel ke Mitratel yang dilakukan oleh Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (kedua dari kiri) dan Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro (kedua dari kanan) di Jakarta, Selasa (20/10). / Dok. Telkom

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan setidaknya sembilan perusahaan pelat merah bakal melantai di pasar modal. Rencana go public anak BUMN itu bakal dimulai pada 2021.

Erick mengatakan anak-anak BUMN yang bakal menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) seperti sub holding PT Pertamina (Persero), anak PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), hingga anak PT Pupuk Indonesia (Persero).

“Kami akan unlock values semua perusahaan BUMN. Kami ingin menjadikan Pertamina sebagai hundred billion company dengan melakukan IPO atau go public sub-sub holding Pertamina antara lain Pertamina hulu, Pertamina hilir, Pertamina Geothermal Energy, Pertamina Integrated Marine Logistic yang Insya Allah mereka akan go public di beberapa tahun ke depan dan Insya Allah kalau tahun ini juga ada yang go public,” ujar Erick Thohir dalam seminar daring di Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021.

Kemudian Menteri BUMN juga berencana melakukan IPO terhadap Indonesia Health Care Corporation (IHC). Menurut dia, selain sekarang mempunyai hampir 70 lebih rumah sakit, IHC juga akan membangun fasilitas kesehatan di Bali.

IHC pada awalnya tidak memiliki value, namun setelah penggabungan rumah sakit-rumah sakit BUMN, diperbaiki expertise-nya, terlibat dalam membantu penanganan COVID-19 maka IHC kemudian secara bisnis valuasi yang tadinya nol sekarang memiliki valuasi miliaran dolar AS.

“Belum lagi ketika nanti anak-anak usaha Telkom go public seperti Telkom Data Center dan Mitratel, valuasi Telkom yang pada hari ini Rp310 triliun saya sudah targetkan valuasinya harus naik,” kata Erick Thohir.

Menteri BUMN ingin valuasi Telkom lebih besar daripada nilai valuasi yang pernah dicapai oleh Telkom pada masa kejayaannya.

Di samping itu, LinkAja juga akan go public. Menteri BUMN tersebut mengapresiasi Grab dan Gojek yang berinvestasi ke LinkAja dalam rangka membangun digital payment untuk wilayah pedesaan.

“Untuk apa kita berkompetisi, rakyat di desa harus kita layani. Untuk di pasar perkotaan silakan berkompetisi, tapi di desa tidak ada yang lebih kuat dari BUMN,” kata Erick Thohir.

Menteri BUMN juga ingin membuat transparansi distribusi pupuk yang selama ini diributkan, dengan membuka bahwa pupuk BUMN harus juga bisa berkompetisi di pasar pupuk non-subsidi.

“Kami buka transparansi pupuk, kami pastikan petani kita sehat tapi BUMN-nya juga sehat. Pupuk Kaltim kita juga rencanakan go public,” ujar Erick Thohir.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan setidaknya ada 14 BUMN dan anak usaha yang diproyeksikan IPO. Jumlah perusahaan pelat merah yang bakal melantai di bursa saham ini melebihi proyeksi awal Kementerian BUMN, yakni 12 perusahaan.

Berikut daftar 9 anak BUMN yang bakal IPO:
  1. Pertamina hulu
  2. Pertamina hilir
  3. Pertamina Geothermal Energy
  4. Pertamina Integrated Marine Logistic
  5. Indonesia Health Care Corporation (IHC)
  6. Telkom Data Center
  7. Mitratel
  8. LinkAja
  9. Pupuk Kaltim

Berita Terkait