8 Pelajaran Abadi soal Uang di Masa Pandemi

11 Oktober 2020 06:00 WIB

Penulis: Gloria Natalia Dolorosa

Ilustrasi investasi reksa dana saham saat pandemi./ Pixabay

JAKARTA – Bagi kebanyakan orang, masa pandemi Covid-19 ini merupakan masa yang mendatangkan sejumlah hal yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Misalnya saja, mencari tahu seberapa aman posisi keuangan Anda, atau memahami hal-hal yang benar-benar penting, atau mencari peluang baru.

Dikutip dari Money Control, perencana keuangan dan co-founder Finwise Personal Finance Solutions Girish Ganaraj mengatakan, pandemi ini telah membuatnya mengulang pelajaran tentang uang. Menurutnya, jalan menuju kesejahteraan terletak pada keberhasilan mempraktikan delapan pelajaran ini:

Pisahkan hal yang harus dimiliki dengan hal yang baik untuk dimiliki

Kita ingin sekali menghasilkan lebih banyak karena ingin memenuhi keinginan kita. Ini adalah motivasi utama untuk sukses lebih lanjut.

Namun, beberapa bulan terakhir telah membuat sebagian besar dari kita kehilangan akses ke banyak produk dan layanan. Masa ini juga telah mengajari kita tentang apa yang bisa membuat kita hidup.

Di satu sisi, hal ini telah membantu kita menarik garis yang jelas antara kebutuhan kita (harus memiliki) dan keinginan (senang memiliki).

Penganggaran pribadi yang teratur dan disiplin, jika diikuti, dapat membantu seseorang memisahkan secara finansial dan secara mental siap untuk segala kemungkinan seperti itu.

Perlindungan pendapatan lebih penting daripada peningkatan kekayaan

Saat-saat menyenangkan mendorong kita untuk mengambil lebih banyak risiko. Meskipun tidak buruk, hal itu bisa berbahaya jika langkah-langkah perlindungan yang memadai tidak tersedia untuk mengatasi perubahan dadakan.

Dalam kondisi penurunan seperti sekarang ini, apakah Anda tetap berinvestasi agresif seperti sebelum pandemi?

Tidak siap menghadapi keadaan darurat, seperti kehilangan pekerjaan atau dalam situasi medis yang mendesak, dapat menangguk kesia-siaan memiliki portofolio investasi jangka panjang tanpa perlindungan risiko yang memadai.

Troika dana darurat yang memadai, asuransi jiwa, dan perlindungan kesehatan adalah hal yang mutlak harus Anda lakukan sebelum memulai perjalanan investasi Anda.

Utang bisa menjadi pembunuh di saat-saat sulit

Krisis ini telah mengajari orang betapa berbahayanya utang, terutama ketika sumber pendapatan seseorang tidak lagi pasti.

Terkadang memang perlu, bahkan membantu bila memakai utang. Karena itu, penting bagi setiap pencari nafkah untuk membatasi keinginan berutang dan mencermati kepastian pendapatan di masa depan.

Berencana lebih penting daripada portofolio

Krisis menyebabkan volatilitas di pasar. Pada saat seperti ini, seseorang yang tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang harus dilakukan bisa sangat menakutkan. Pertama-tama apa yang harus dilakukan berasal dari tujuan investasi.

Tujuan yang dipetakan ke investasi Anda berdampak menstabilkan mental Anda dengan membuat Anda fokus pada jangka panjang. Berinvestasi pada rencana berbasis tujuan membantu Anda lebih percaya diri dan berani untuk melakukan perubahan jangka pendek.

Tujuan harus ditinjau secara berkala dan dikoreksi jalurnya untuk mengetahui bahwa Anda berada di jalur yang benar ke arah tujuan Anda.

Investasi berfluktuasi. Maka, kalibrasi ulang dan rileks

Penerapan rencana sama pentingnya dalam aset dan produk dasar yang dipilih dengan baik serta diversifikasi yang memadai di seluruh kelas aset untuk mendapatkan keuntungan.

Portofolio investasi Anda perlu dikalibrasi dengan baik dalam hal kualitas, disesuaikan dengan tujuan dan selera risiko Anda. Dalam jangka panjang, kalibrasi ulang secara rutin akan memastikan hilangnya penyimpangan. Dan, yang Anda dapatkan adalah gambaran kekayaan Anda yang terus tumbuh untuk memenuhi tujuan Anda.

Pertumbuhan pribadi Anda mendanai aliran pendapatan masa depan

Aspek yang tak kalah penting yakni persiapan profesional. Banyak orang terkena dampak pemotongan gaji, bahkan bekerja tanpa upah serta kehilangan pekerjaan.

Ini akan menjadi cara hidup di masa depan. Dan, Anda berutang kepada diri sendiri dan keluarga Anda untuk memastikan bahwa Anda melindungi aliran pendapatan masa depan Anda melalui investasi yang memadai dalam rangkaian keterampilan yang tepat.

Kesehatan adalah kekayaan

Krisis ini secara tajam membawa kita untuk fokus pada kesehatan kita. Kesehatan fisik dan mental sama pentingnya dengan kunci roda dalam mesin membangun kekayaan pribadi Anda.

Nikmati perjalanan

Pada akhirnya, membangun kekayaan adalah sebuah perjalanan. Anda mungkin mendapatkan semua hak, tetapi juga melakukan kesalahan.

Kutipan dari penulis Douglas Adams ini merangkum semua yang perlu dikatakan: “Saya mungkin tidak pergi ke tempat yang saya inginkan, tapi saya pikir saya telah berakhir di tempat yang saya inginkan.”

Pada akhirnya, krisis ini mengajarkan kepada Anda soal memiliki prioritas yang benar. Jika prioritas Anda belum tepat, gunakan krisis ini untuk belajar dan mengoreksi diri.

Berita Terkait