7 Makanan Khas Imlek Dipercaya Bawa Hoki

February 12, 2021, 08:04 PM UTC

Penulis: Reky Arfal

Petugas merapikan lampion pada malam perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di Vihara Nimmala Boen San Bio, Pasar Baru, Tangerang, Banten, Kamis, 11 Februari 2021. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

Ada banyak sekali tradisi yang dilakukan orang Tionghoa saat merayakan Tahun Baru China atau Imlek. Salah satunya adalah makan bersama dengan keluarga besar.

Pada perayaan besar ini, mereka akan menyantap hidangan khas leluhur yang sarat makna dan filosi. Orang Tionghoa percaya makanan ini menjadi simbol harapan dan doa. Agar seluruh keluarga dilimpahi kesehatan dan keberuntungan sepanjang tahun.

Makanan apa yang dipercaya membawa hoki oleh orang Tionghoa? Berikut daftarnya.

Siu Mie atau Mi Panjang Umur

Salah satu tradisi wajib saat perayaan Imlek adalah menyantap siu mie. Makanan Biasanya, hidangan mi yang dibuat dengan cara digoreng ini akan disajikan dalam ukuran yang lebih panjang daripada bisaanya. Panjang ukuran mi dipercaya memiliki makna umur yang panjang.

Selain itu, menyantap siu mie juga dipercaya memiliki makna kelancaran rezeki yang lebih berlimpah dari tahun sebelumnya.

Nian Gao atau Kue Keranjang

Kue keranjang atau Nian Gao adalah salah saatu makanan khas yang pasti ada ketika perayaan Imlek. Konon, kue yang mirip dengan dodol ini punya makna kekeluargaan. Bentuk kue keranjang yang bulat ini juga yang merepresentasikan kekeluargaan yang erat.

Selain itu, kue keranjang yang biasa disusun bertingkat dari ukuran besar hingga kecil memiliki makna kesuksesan dan rejeki berlimpah.

Jeruk Mandarin

Siapa yang paling suka bawa pulang jeruk ketika merayakan Imlek di rumah kerabat? Nah, buah yang mengandung banyak manfaat ini sangat tidak asing ketika perayaan Imlek.

Saat perayaan Imlek, jeruk dihidangkan utuh dengan tangkai dan daunnya. Tujuannya supaya agar rezeki berlimpah. Jeruk utuh dengan warna kuning keemasan ini juga melambangkan kemakmuran, kekayaan, dan kesejahteraan.

Lapis Legit

Bagi masyarakat Tionghoa, lapis legit memiliki makna rezeki yang berlapis-lapis hingga tumpang tindih. Kue yang manis ini dipercaya menjadi simbol doa agar setiap orang mendapat rezeki berlimpah sampai tahun-tahun berikutnya.

Ikan Bandeng

Ikan bandeng diyakini masyarakat Tionghoa sebagai sumber rezeki bagi mereka. Uniknya, konon ketika membeli ikan ini tidak boleh ditawar karena hal itu dipercaya akan mengakibatkan kesialan. Ketika perayaan Imlek, ikan bandeng harus disajikan secara utuh.

Yee sang/Yu sheng

Yee sang/ Yu sheng sering disebut sebagai salad karena terbuat dari sayuran seperti irisan wortel, lobak, rumput laut, jeruk bali, hingga pangsit, dan ikan salmon atau tuna.

Dalam perayaan Imlek, makanan ini pasti selalu ada dalam menu. Dengan menyantapnya bersama keluarga, dipercaya akan mendapat keberuntungan, kesehatan,  dan rezeki berlimpah.

Dalam pembuatannya, bahan-bahan yang digunakan berkisar antara 8-17 jenis. Hal ini dipercaya sebagai lambang keberuntungan dalam budaya Cina.

Telur Pindang

Telur pindang dipercaya melambangkan kesuburan, hal positif bagi kehidupan yang merayakan Imlek. Makanan ini juga wajib ada dalam perayaan sebagai bentuk rasa syukur dan dipercaya memberikan kesejahteraan bagi yang menyantapnya.

Untuk membuatnya, telur ayam tinggal direbus dengan tambahan daun teh, kecap, adas, kayu manis, hingga kulit jeruk mandarin. Rebusan ini akan memberikan motif khas warna kecokelatan pada telur tersebut.