694 Fasilitas Umum Pascagempa NTB Rampung Dibangun

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan 694 fasilitas umum yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Agustus 2018 lalu.

Dilansir dari Twitter Kementerian PUPR, Rabu, 18 Maret 2020, disebutkan fasilitas umum yang telah direhabilitasi dan direkonstruksi terdiri dari 572 unit sekolah, tiga unit fasilitas kesehatan, 87 unit rumah ibadah, satu unit pasar, serta tiga unit bangunan lainnya yang tersebar di daerah NTB.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan percepatan pembangunan rehabilitasi dan konstruksi pascabencana dilakukan agar kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat cepat pulih kembali.

“Pelaksanaannya telah dikerjakan oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Karya. Tugas rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas ini telah selesai pada 19 April 2019,” kata Basuki, Rabu, 18 Maret 2020.

Fasilitas umum yang telah selesai dibangun akan diberi label sertifikat oleh Kementerian PUPR untuk menunjukan bahwa bangunan tersebut telah layak dan aman digunakan. Beberapa bangunan yang telah mendapatkan lebel tersebut adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Mataram.

Selain merehabilitasi fasilitas umum, Kementerian PUPR juga memberikan supervisi teknis pembangunan kembali rumah masyarakat tahan gempa.

Pembangunannya dilakukan oleh tenaga fasilitator dan insinyur muda PUPR dalam mendampingi kegiatan kelompok masyarakat (Pokmas) yang dibentuk di tingkat kecamatan.

Basuki menyebutkan jumlah Pokmas yang telah dibentuk mencapai 11.502 terdiri dari 5.964 Pokmas Rusak Berat, 1.580 Pokmas Rusak Sedang, dan 3.958 Pokmas Rusak Ringan. Pembentukan Pokmas ini bertujuan untuk menjamin penyaluran bantuan rumah rusak agar tepat sasaran.

Adapun, rumah tahan gempa tersebut dibangun dengan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Lebih lanjut, Basuki menjelaskan RISHA merupakan salah satu metode yang sudah melewati uji ketahanan gempa.

“Masing-masing warga kebutuhannya berbeda, ada yang memilih RISHA, Rumah Instan Kayu (RIKA), atau Rumah Kayu dan Konvensional (RIKO),” papar Basuki. (SKO)

Tags:
bencanagempaHeadlineKementerian PUPRNTBNusa Tenggara BaratPembangunanRehabilitasiRekonstruksi
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: