62 Orang Berada di Sriwijaya SJ-182, 14 Kapal Bergerak Mencari

January 09, 2021, 09:14 PM UTC

Penulis: AZ

Serpihan dan kabel yang ditemukan di sekitar Pulau Laki/Foto: istimewa

JAKARTA-Upaya pencarian pesawat Sriwijaya SJ-182 yang hilang pada Sabtu 9 Januari 2020 terus dilakukan. Kementerian Perhubungan mengerahkan 7 (tujuh) kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk membantu pencarian. Sementara TNI AL tujuh kapal perangnya hingga sedikitnya 14 kapal bergerak untuk mencari pesawat yang hilang.

Pesawat Sriwijaya Air SJY -182 rute Jakarta – Pontianak hilang kontak pada Sabtu siang. Menteri Perhubungan Budi Karyadi mengatakan pesawat membawa 12 kru pesawat dan 50 penumpang. Penumpang terdiri atas 43 orang dewasa dan 7 anak termasuk tiga bayi. Pesawat diperkirakan jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Perhubuntan Laut, Wisnu Wardana mengatakan ketujuh kapal yang dikerahkan terdiri dari 5 unit armada Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok yaitu KN. Trisula P-111 yang saat ini sudah berada di wilayah perairan Kepulauan Seribu, KN. Alugara P-114, KN. Celurit P-203, KN. Belati P. 205. Selain itu, RIB SAR PLP Tanjung Priok juga disiagakan.

Adapun Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kepulauan Seribu mengerahkan 2 kapal patroli yaitu KN.355 dan V.S054 yang akan berangkat besok pagi.

Kapal Perang

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan sebanyak tujuh KRI dikerahkan yakni dari Jajaran Koarmada I dan Lantamal III. KRI yang digerakkan yakni, KRI Teluk Gili Manuk (membawa Tim Kopaska), KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI Cucut -866, KRI Tengiri. “Dan 2 Sea Rider Kopaska serta 2 kapal Tunda yakni TD Galunggung dan Malabar,” kata dia.

Selain itu, TNI AL juga menyiapkan Heli Nbell 412 EP HU 4205 di KRI Bontang yang posisinya bersandar dermaga JICT Jakarta, armada ini juga siap dukung Operasi SAR.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-218 take off dari Bandara Sukarno Hatta pada pukul 14.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB.

Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.