60.000 ASN Bakal Diuji Kompetensi Untuk Pindah Ke IKN, Siapa Saja?

14 Juli 2022 11:41 WIB

Penulis: Nadia Amila

Editor: Yosi Winosa

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai mengikuti upacara HUT ASN (KOMINFO)

JAKARTA - Pemerintah akan memulai asesmen Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara atau IKN. Pemerintah menargetkan untuk melakukan penilaian kompetisi terhadap 60.000 ASN pada tahun 2022-2023.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, pemindahan ASN tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Saya kira tidak akan dilaksanakan secara langsung seketika seperti itu. Akan bertahap," kata Suharso dalam keterangan resmi yang diterima pada 14 Juli 2022.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Satya Pratama mengatakan pemetaan atau penilaian potensi dan kompetensi (talent mapping) ini akan menyasar ASN di sejumlah instansi pemerintah pusat, yakni ASN kementerian atau lembaga yang bertugas dan berkantor di wilayah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan sekitarnya. 

"Target terdekat, BKN akan melaksanakan pemetaan/penilaian kompetensi bagi ASN instansi pusat yang masuk pada klaster pertama dan seterusnya sesuai dengan skenario tahapan pemindahan yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Satya dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis, 14 Juli 2022.

Kemudian, untuk melaksanakan mandat pelaksanaan asesmen tersebut, BKN melalui Pusat Penilaian Kompetensi ASN menyiapkan dua tahapan utama dalam proses asesmen ASN menuju IKN.

Tahap pertama, menyusun dan mengembangkan instrumen atau metode asesmen yang akan digunakan untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN sesuai dengan tuntutan kebutuhan kompetensi pada IKN yang mengusung konsep smart city dan pengelolaan pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE), antara lain kompetensi manajerial dan sosiokultural, kompetensi literasi digital dan emerging skills.

Kedua, BKN juga tengah menyiapkan mekanisme pelaksanaan asesmen ASN yang direncanakan akan dilakukan bertahap dan dibagi menjadi lima klaster.

Satya menyampaikan, pada pelaksanaan pemetaan atau penilaian kompetensi tahap awal di tahun 2022 sampai dengan 2023 ditargetkan sejumlah 60.000 ASN, meliputi 20.000 ASN di tahun 2022 dan 40.000 ASN pada tahun 2023.

"Dalam keseluruhan proses pelaksanaan asesmen ASN ke IKN, BKN akan bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah pusat terkait, seperti KemenPPN/Bappenas dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)," kata Satya.

Berita Terkait