6 Tanda Pasangan Tidak Stabil secara Finansial

JAKARTA – Ketika Anda mulai berkencan dengan seseorang, stabilitas keuangan mungkin menempati peringkat terendah dalam daftar penilaian Anda terhadap kekasih Anda.

Namun, semakin lama Anda berkencan dengannya, bahkan setelah menikah, semakin penting menghitung faktor stabilitas finansial.

Hubungan yang stabil secara finansial dapat membantu Anda memenuhi tujuan besar, seperti membeli rumah.

Faktanya, dikutip dari Experian, 59% perceraian disebabkan hal yang berkaitan dengan uang.

Agar hubungan Anda langgeng terus, sadarilah ketidakstabilan keuangan sejak dini dengan memperhatikan tanda bahaya dari pasangan Anda.

Berikut enam tanda pasangan Anda bermasalah secara finansial, dikutip dari U.S. News:

Pasangan Membiarkan Tagihan Menumpuk

Tumpukan tagihan kartu kredit yang belum dibuka atau pembayaran lain yang sudah jatuh tempo bisa menjadi tanda seseorang bersembunyi dari masalah keuangannya.

Yang harus dilakukan adalah membuat rencana pengeluaran atau anggaran rumah tangga untuk mengatasi tagihan yang terlambat dan deretan utang.

Pasangan Berjuang Melawan Kecanduan

Tanda tidak baik terlihat dari pasangan Anda kecanduan obat-obatan, alkohol, belanja, atau hal lainnya, sehingga tidak mempedulikan kesehatan finansial.

Dalam beberapa kasus, mendanai kecanduan bisa menjadi lebih penting daripada menabung, menganggarkan atau bahkan membeli kebutuhan seperti makanan.

Untuk mengatasi kecanduan sering kali dibutuhkan bantuan ahli dari luar. Anda mungkin bisa membawa pasangan mengunjungi terapis, menemukan komunitas untuk menuntaskan masalahnya, dan mulai menangani akar masalah.

Sementara itu, pisahkan keuangan Anda dengan pasangan atau mengontrol rekening dan tabungan.

Pasangan Punya Setumpuk Kartu Kredit

Pertanda buruk jika pasangan Anda memiliki dompet yang menggembung dengan kartu kredit dan metode pembayaran lainnya. Ini mungkin berarti bahwa pasangan Anda tidak mengawasi pengeluarannya.

Dan, mungkin juga dia mengabaikan utangnya yang terus meningkat dengan cara menyebarkannya di berbagai metode pembayaran. Penyalahgunaan kartu kredit bisa menjadi hal yang serius dan menjadi candu.

Tergantung dari tingkat keparahan masalahnya, Anda mungkin perlu bekerja sama dengan profesional, termasuk terapis atau konselor keuangan. Memiliki wasit untuk membahas finansial Anda dapat membantu Anda memecahkan masalah.

Ada yang Tidak Beres

Jika pasangan Anda mengendarai mobil mewah dan selalu muncul dengan gadget, pakaian, dan aksesori yang mewah, tetapi dia tampak tidak memiliki pekerjaan, bisa jadi itu tanda ketidakstabilan finansial.

Bila hal finansial yang tidak masuk akal terjadi, jangan mengabaikannya.

Jika Anda sudah menikah, pertimbangkan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mengatur keuangan Anda. Anda dapat mengunjungi perencana keuangan dan meninjau laporan rekening dan tagihan.

Pasangan Anda Berbohong

Jika Anda melihat bukti bahwa pasangan Anda tidak memberi tahu Anda secara keseluruhan tentang situasi keuangannya, waspadalah. Itu bisa menandakan bahwa dia tidak stabil secara finansial.

Berkomitmen pada pasangan yang berbohong kepada Anda merupakan langkah finansial yang buruk. Sampaikan gagasan untuk mendatangi perencana keuangan untuk memastikan bahwa ada pandangan lain pada keuangan Anda.

Namun, jika kejujuran menjadi masalah, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan sebelum Anda terikat secara finansial atau terkena kasus hukum.

Aktivitas Seputar Belanja

Jika berbelanja adalah tujuan utama setiap kali Anda menghabiskan waktu bersama, Anda mungkin menjalin hubungan dengan seorang shopaholic. Ini kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan.

Mengidentifikasi dan mendiskusikan masalah adalah langkah pertama yang baik. Anda dapat membuat rekening terpisah dengan dana minimal untuk belanja.

Jika Anda menemukan masalah keuangan dalam kehidupan pasangan Anda, tindakan Anda selanjutnya benar-benar tergantung pada keseriusan masalah dan kekuatan hubungan Anda.

Salah satu cara positif untuk mengatasi kekhawatiran Anda dengan pasangan Anda adalah dengan membingkai percakapan seputar tujuan keuangan, bukan omelan.

Tags:
kartu kreditkeuangan personalshopaholicstabilitas finansialstabilitas keuangantips finansialtips keuangan
%d blogger menyukai ini: