6 Emiten Jadi Anggota Holding, Ini Jatah Dividen Pemerintah dari BUMN Tbk

JAKARTA – Penerimaan negara dari setoran dividen perusahaan BUMN bisa saja benar-benar jauh dari target Rp49 triliun. Terlebih jika melihat jatah dividen yang bisa didapatkan pemerintah dari BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejak adanya pembentukan holding seperti holding migas, holding pertambangan, dan holding farmasi, status ‘persero’ beberapa perusahaan BUMN yang tercatat di BEI hilang. Artinya, perusahaan-perusahaan itu menyetor dividen tidak langsung ke pemerintah, melainkan ke induk holding.

Beberapa nama misalnya. PT Perusahaan Gas Negara Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Aneka Tambang Tbk.,PT Timah Tbk. Juga ada PT Indofarma Tbk.,dan PT Kimia Farma Tbk.

Dari catatan itu, kini pemerintah hanya menerima dividen secara langsung dari 15 BUMN saja. Adapun dari 13 BUMN, hanya 10 BUMN berstatus Tbk yang sudah menyampaikan pembagian dividen.

Berapa total dividen pemerintah dari 10 BUMN Tbk ini?

Berdasarkan data hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dihimpun TrenAsia.com, 10BUMN Tbk yang telah mengumumkan pembagian dividen antara lain dari golongan BUMN Karya dan infrastruktur seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., serta PT PP Tbk.

Ada juga dari golongan bank BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Ada juga dividen dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Daftar Setoran Dividen BUMN Tbk

Hasil RUPS

Dari daftar itu, total dividen yang bakal didapatkan pemerintah mencapai Rp32,44 triliun. Dari jumlah ini, pemerintah mendapat setoran dividen terbesar dari BRI yang bernilai Rp11,69 triliun atas kepemilikan saham sebesar 56,75%.

Setoran terbesar lainnya berasal dari Bank Mandiri. Dengan kepemilikan saham 60%, pemerintah berhak mendapat dividen Rp9,89 triliun dari total dividen Bank Mandiri Rp16,49 triliun.

Adapun setoran terbesar ke tiga berasal dari Telkom. Atas laba bersih tahun 2019, Telkom memutuskan untuk membagikan dividen Rp15,26 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah yang menggenggam kepemilikan 52,09% berhak mendapat jatah Rp7,95 triliun.

Selain yang sudah mengumumkan, BUMN berstatus Tbk lainnya memberikan dividen secara bervariasi dengan yang terendah adalah Bank BTN dengan nilai dividen sekitar Rp12 miliar dari total dividennya Rp20,9 miliar.

Adapun beberapa lainnya memutuskan tidak membagikan dividen terkait keuangannya yang masih merugi. Sementara hanya Kimia Farma yang belum memutuskan pembagian dividen karena baru akan melangsungkan RUPS pada Juli mendatang.

Inalum, Pertamina, dan Bio Farma

Terlepas dari jatah dividen BUMN Tbk, induk holding BUMN yakni PT Pertamina (Persero) dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum juga sudah menyampaikan pembagian dividen.

Pertamina misalnya. Dari laba bersih 2019 yang mencapai Rp36 triliun, sebanyak Rp8,5 triliun menjadi dividen kepada pemerintah.

Selain membagi dividen ke pemerintah, Pertamina juga berhak mendapat dividen dari anggotanya yang berstatus Tbk yakni PGN. PGN yang membagikan dividen Rp1 triliun akan memberi jatah Pertamina Rp569,6 miliar atau setara dengan 56,96% kepemilikan saham di PGN.

Adapun Inalum sebagai induk holding pertambangan justru meminta keringanan permbayaran dividen. Inalum yang kini punya brand MIND ID beralasan sedang dalam ekspansi sehingga berharap tidak membayar dividen kepada pemerintah.

Terlepas dari permintaan keringanan pembayaran dividen, Inalum akan meraup dividen dari Antam Rp198,9 miliar atas kepemilikan 65% saham, Rp2,41 triliun dari Bukit Asam dengan porsi saham 65,93%. Sementara PT Timah tidak membagi dividen karena merugi Rp611,28 miliar.

Adapun Bio Farma belum mengumumkan pembagian dividen, dan jatah dividen dari Kimia Farma dan Indofarma akan diputuskan dalam RUPS mendatang.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam beberapa kesempatan telah memperkirakan adanya penurunan penerimaan dividen dari BUMN. Bahkan, pada 2021 mendatang, Erick menyampaikan, penerimaan dividen akan turun 25% akibat pandemi COVID-19.

“Kondisi saat ini membuat BUMN harus melakukan efisiensi besar-besaran, termasuk dengan menurunkan setoran dividen,” ungkap Erick.

Tags:
BUMNdividen bumnemiten bumnHeadlineholding bumn
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: