6 Bulan Pertama 2021, Pertamina Sudah Setor Rp110,6 Triliun ke Negara

01 September 2021 15:43 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

SPBU Pertamina /Foto: pertamina.com

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) telah mencatatkan setoran pada penerimaan negara dengan nilai total Rp110,6 triliun pada enam bulan pertama 2021. 

Setoran tersebut terdiri dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen sebesar Rp70,7 triliun, meningkat 10% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Rp39,9 triliun sisanya disetor dalam bentuk minyak mentah dan kondesat bagian negara (MMKBN).

Pjs. SVP Corporate Communication Fajriyah Usman mengatakan Pertamina juga berkontribusi mendukung berbagai program pemerintah khususnya terkait percepatan penanganan COVID-19 selain berkontribusi kepada keuangan negara.

“Tambahan triliunan rupiah lainnya telah kami gelontorkan untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi, baik secara langsung di aspek kesehatan maupun pendampingan untuk UMKM,” ujarnya dalam siaran pers, Senin, 1 September 2021.

Melalui pembangunan 3 RS Modular Darurat (Patra Comfort, Simprug dan Tanjung Duren) dan pengoperasian RS Ekstensi Asrama Haji Pondok Gede, Indonesia berhasil menambah hampir 1.000 bed perawatan.

Angka ini belum termasuk pengoperasian RS rujukan COVID oleh Pertamina Bina Medika, yang tersebar di seluruh Indonesia. Pertamina juga menyumbang 315 ventilator untuk 30 RS serta menyalurkan lebih dari 5.000 ton oksigen medis untuk 504 rumah sakit di 11 provinsi.

“Pertamina juga menjalankan program pemberdayaan untuk lebih dari 13.000 UMKM terdampak pandemi agar dapat bertahan di tengah pandemi bahkan naik kelas hingga bisa Go Global,” tambah Fajriyah.

Pertamina berhasil mencetak kinerja positif pada semester I-2021. Sempat rugi US$768 juta pada semester I-2020, Pertamina berhasil meraup laba sebesar US$183 juta atau Rp2,6 triliun pada enam bulan pertama 2021 ini.

Kinerja positif pada paruh pertama tahun 2021 ini didorong dari pertumbuhan di sisi penjualan yang mencapai US$25 miliar dan EBITDA US$3,3 miliar, di mana keduanya naik lebih dari 22% dibandingkan tahun lalu.

“Seluruh pencapaian Pertamina ini tidak terlepas dari hasil dan manfaat restrukturisasi yang dijalankan secara solid oleh direksi dan manajemen subholding,” jelas Fajriyah.

Berita Terkait