6 Alasan Investasi Reksa Dana Cocok untuk Investor Pemula, Salah Satunya Minim Risiko

23 Juli 2022 17:02 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi investasi reksa dana (Pixabay)

JAKARTA - Reksa dana kerap kali disebut-sebut sebagai instrumen investasi yang paling cocok untuk investor pemula, dan memang ada beberapa alasan yang menguatkan persepsi tersebut. 

Dikutip dari laman Otoritas jasa Keuangan (OJK), reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian dialokasikan ke dalam aset-aset seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Reksa dana terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu reksa dana saham, indeks, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Kelimanya memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda dan dapat dipilih sesuai dengan profil yang ditetapkan investor dalam berinvestasi.

Ada beberapa keuntungan yang menjadi alasan investasi reksa dana cukup cocok untuk pemula, misalnya sebagai berikut:

1. Dana dikelola manajer investasi yang profesional

Biasanya, investor pemula yang masih awam dalam membaca pasar akan kebingungan saat memilih aset yang tepat untuk diinvestasikan.

Kebimbangan itu bisa teratasi dengan berinvestasi di reksa dana karena pengelolaan asetnya dibantu oleh manajer investasi profesional yang sudah dipayungi secara hukum.

Manajer investasi memiliki kapasitas dalam mengoptimalkan hasil investasi melalui analisis yang mendalam terhadap kondisi ekonomi dan pasar sehingga mereka akan menempatkan dana investor di instrumen yang berpotensi menguntungkan.

2. Terjangkau

Reksa dana adalah instrumen yang menawarkan investasi dengan dana yang cukup minim. Bahkan, saat ini sudah ada beberapa platform investasi di mana investornya bisa mulai berinvestasi di reksa dana dengan minimum modal Rp10.000.

3. Risiko cenderung rendah

Reksa dana termasuk minim risiko karena adanya diversifikasi yang membuat portofolio tersebar di berbagai instrumen. Dengan diversifikasi tersebut, investor akan lebih terlindungi dari kerugian yang terjadi secara signifikan.

Pasalnya, ketika ada kinerja suatu aset yang menurun, kerugian bisa ditutupi oleh kinerja positif dari aset lain yang tercakup dalam portofolio.

4. Likuiditas yang terjaga

Investor reksa dana dapat mencairkan kembali investasinya di setiap hari kerja yang telah ditetapkan sesuai dengan kalender Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan begitu, investor bisa lebih leluasa untuk mengatur investasinya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial yang telah ditetapkan.

5. Lebih ramah untuk kesehatan mental

Setiap instrumen investasi selalu memiliki risiko dengan tarafnya masing-masing. Semakin besar risiko yang ditawarkan, maka semakin besar juga tekanan mental yang diberikan kepada investor.

Namun, berhubung reksa dana memiliki risiko yang lebih minim dan portofolionya dikelola oleh manajer investasi yang terpercaya dan diawasi OJK, investor pun bisa lebih merasa tenang saat mengalokasikan dananya.

Meski demikian, tetap penting bagi para investor untuk melakukan evaluasi investasinya sendiri dan melakukan riset pribadi.

6. Transparan

Seluruh informasi reksa dana selalu bersifat transparan, apalagi dengan kemudahan yang dihadirkan oleh teknologi komunikasi saat ini.

Agen-agen penjual efek reksa dana saat ini sudah menyediakan informasi yang dibutuhkan para nasabahnya melalui aplikasi yang bisa diunduh di berbagai gawai sehingga investor bisa selalu memantau kinerja reksa dana yang sudah dibeli.

Dengan begitu, selain memiliki keleluasaan untuk mengevaluasi investasinya, investor pemula juga bisa menambah wawasan investasi dengan membaca berbagai informasi yang terkait instrumen reksa dana yang tersedia di pasar.

Berita Terkait