57 Persen UKM Pendidikan Kesulitan Pendanaan dan Pelatihan, Pintek Rilis #PintekSobatUKM

26 Agustus 2021 12:32 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Pintek (Humas Pintek)

JAKARTA – Perusahaan financial technology peer-to-peer lending, PT Pinduit Teknologi Indonesia (Pintek) meluncurkan kampanye #PintekSobatUKM untuk mengedukasi sekaligus memberikan kemudahan permodalan kepada UKM yang bergerak di pengadaan sarana dan prasarana pendidikan.

Kampanye ini didukung dengan hasil riset Pintek pada Juli 2021 kepada lebih dari 80 UKM pendidikan. Hasilnya, ada sekitar 69% UKM pendidikan membiayai usahanya mengandalkan pendanaan pribadi untuk modal dan operasional perusahaannya. 

Selain itu, dari 80 lebih UKM Pendidikan, 57% mengatakan memiliki kesulitan dalam mendapatkan pendanaan selama dua tahun terakhir setidaknya 1-2 kali.

”Permodalan UKM pendidikan ini sangat penting dalam menunjang penerapan teknologi pada sekolah-sekolah di Indonesia. Sebab, barang harus siap terlebih dahulu sebelum sekolah melakukan pembayaran,” kata Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek dalam keterangan resmi, Kamis 26 Agustus 2021.

Jika UKM pendidikan tidak ada dukungan pendanaan yang cukup, maka pengadaan sarana dan prasarana teknologi untuk sekolah bisa terhambat. Oleh karena itu pertumbuhan UKM Pendidikan sangat perlu didukung dengan akses pendanaan yang mudah, cepat, dan terjangkau.

“Harapannya, dengan program #PintekSobatUKM, lebih banyak UKM yang dapat memanfaatkan layanan ini sehingga pendidikan Indonesia bisa semakin maju,” tambah Tommy. 

Rangkaian kegiatan kampanye #PintekSobatUKM akan dilakukan mulai dari Agustus 2021 dengan diisi beberapa aktivitas dari Pintek seperti acara webinar edukasi mengenai peluang bisnis. Kemudian, potensi bisnis di sektor pendidikan, dan lainnya dengan menggandeng pakar di bidangnya.

“Target kami pada tahun ini mencapai Rp700 miliar penyaluran untuk UKM pendidikan. Diharapkan #PintekSobatUKM dapat menjadi kontribusi nyata dari Pintek untuk menjadi solusi pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan.”

Berita Terkait