5 Pangeran Pewaris Takhta Para Konglomerat Terkaya di Indonesia

13 Oktober 2021 05:09 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Sukirno

5 Pangeran Pewaris Takhta Para Konglomerat Terkaya di Indonesia. Ilustrasi: Deva Satria/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA - Kekayaan para konglomerat umumnya diwariskan turun-temurun kepada generasi penerusnya. Di Indonesia, setidaknya ada Grup Salim, Grup Lippo, dan Grup Djarum yang menjadi deretan keluarga terkaya.

Takhta mereka kini digenggam oleh generasi kedua atau generasi ketiga. Dengan kata lain, pucuk kepemimpinan telah beralih kepada cucu mereka yang memiliki figur lebih muda. Siapa saja mereka?

1. John Riady

John Riady adalah cucu dari konglomerat pemilik Lippo Group Mochtar Riady / Dok. Lippo Karawaci

John Riady yang lahir di New York pada 5 Mei 36 tahun yang lalu ini tak lain adalah cucu dari Mochtar Riady, salah satu konglomerat yang selalu mengisi top 10 orang terkaya Indonesia sejak lama.

Lahir di Amerika Serikat, ia juga menempuh pendidikan di sana dengan mengambil jurusan Politik, Filsafat, dan Ekonomi di Georgetown University. Adapun jenjang S2 ia mengambil ilmu Administrasi Bisnis di Wharton School of Business, University of Pennsylvania.

Pria muda ini sekarang mengendalikan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), induk usaha properti dari Lippo Group yang memiliki 50 perusahaan dengan 50.000 karyawan.

Tak hanya di Indonesia, ekspansi bisnis perseroan juga merambah di berbagai negara, seperti China dan Hong Kong.

Di Lippo Group, ia menjabat sebagai direktur sejak 2011, hingga saat ini telah menjadi Chief Executive Officer (CEO) mulai Maret 2019.

Di luar perusahaan, John juga menjadi aggota dari Indonesian APEC Business Advisory Council (ABAC), Dewan Eksekutif Wharton Business School Asia, dan pimpinan Global Muda Forum Ekonomi Dunia (YGL). 

2. Armand Wahyudi Hartono

Armand Wahyudi Hartono adalah anak konglomerat paling tajir di Indonesia, Robert Budi Hartono dari Grup Djarum. Armand menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk / Dok. BCA

Armand Wahyudi Hartono adalah pria kelahiran Semarang, 20 Mei 1975. Dia merupakan anak dari Robert Budi Hartono, konglomerat pemilik Grup Djarum dengan kekayaan mencapai US$18 miliar atau setara Rp261 triliun.

Ia adalah generasi ketiga Grup Djarum yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.

Riwayat pendidikannya ditempuh di Universitas California (1996), serta gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research diperoleh dari Stanford University (1997).

Sebelum di perbankan, kariernya terlebih dahulu dimulai sebagai analis untuk Global Credit Research and Investment Banking di JP Morgan Singapura (1997-1998). 

Di BCA sendiri ia bergabung pada 2004 sebagai Kepala Divisi Perencanaan Wilayah, setelah sebelumnya menjabat berbagai posisi manajerial di PT Djarum, yakni pada 1998-2004.

3. Axton Salim

Axton Salim adalah anak laki-laki sulung dari Anthoni Salim, konglomerat pemilik Grup Indofood / Instagram @axtonsalim

Axton Salim adalah generasi ketiga dari Salim Grup yang lahir pada 1 Januari 1979. Ia merupakan anak laki-laki pertama dari Anthoni Salim.

Pria lulusan Bachelor Administrasi Bisnis di Colorado pada 2002 ini merupakan pebisnis muda yang menjadi salah satu inisiator perusahaan start up Block71. 

Pada 2017, perusahaan tersebut lahir atas kerja sama antara Salim Group dengan National University of Singapore (NUS) Enterprise yang berfungsi menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan Singapura. Bahkan, diketahui Block71 juga memiliki kantor di San Fransisco, Amerika Serikat.

Axton sendiri bergabung di Salim Grup sejak 2004. Di PT Indofood Fritolay Makmur, ia menjabat sebagai Marketing Manager. Kemudian di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), ia pernah menjadi asisten CEO. Baru pada 2009 ia resmi duduk di kursi direktur.

Sementara di Salim Grup lainnya, Axton juga tercatat sebagai Direktur Noneksekutif di Indofood Agri Resources sejak 2007 dan komisaris di PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Selanjutnya, di PT Salim Ivomas Pratama Tbk, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia ia ambil bagian sebagai komisaris.

4. Agus Salim Pangestu

Agus Salim Pangestu, anak konglomerat pemilik Grup Barito Pacific Prajogo Pangestu. Agus kini menjadi Dirut di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan komisaris PT Barito Pacific Tbk (BRPT) / Barito-pacific.com

Prajogo Pangestu, orang kaya dengan total kekayaan sebesar US$6,5 miliar atau setara Rp94,2 triliun memiliki anak bernama Agus Salim Pangestu. Pria inilah yang saat ini berkiprah meneruskan bisnis keluarganya.

Agus menyelesaikan pendidikan di Boston College, Amerika Serikat pada 1994 dengan gelar Bachelor Degree in Economic Science and Business Administration.

Kariernya dimulai sebagai analis keuangan di Linkage Human Resource Management, Amerika Serikat pada 1993 dan Merrill Lynch, Amerika Serikat di 1995.

Di PT Barito Pasific Tbk (BRPT), ia dipercaya sebagai Direktur Utama sejak Juni 2013. Selain itu, ia juga mengisi posisi Komisaris di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) serta berbagai posisi di Grup Barito Pacific.

Jonathan Tahir

Jonathan Tahir, anak keempat konglomerat Dato Sri Tahir, pemilik Grup Mayapada / Myp.com

Jonathan Tahir adalah anak kempat Dato Sri Tahir, konglomerat pemilik Mayapada Grup. Lahir pada 26 Februari 1987, Jonathan meraih gelar master di National University of Singapore.

Sumber kekayaan keluarga Dato Tahir sendiri berasal dari bisnis perbankan dan properti, salah satunya Mayapada Group.

Keluarga ini memiliki saham di PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) dan Maha Properti Indonesia, yang terdaftar sebagai perusahaan properti pada 2018. Selain itu, keluarga Tahir juga memiliki properti di Singapura. Saat ini Jonathan menjabat sebagai CEO sekaligus komisaris utama di perusahaan yang mengoperasikan Mayapada Hospital, yakni PT Mayapada Healthcare.

Begitu pun di perusahaan induk Mayapada Healthcare, PT Sejahtera Anugerahjaya Tbk (SRAJ), Jonathan juga tercatat sebagai Komisaris.

Berita Terkait