5 Daftar Bank Digital yang Mengalami Peningkatan Penyaluran Kredit pada Kuartal I-2022

18 Mei 2022 05:00 WIB

Penulis: Agnes Yohana Simamora

Editor: Rizky C. Septania

5 Daftar Bank Digital yang Mengalami Peningkatan Penyaluran Kredit (TrenAsia)

JAKARTA – Bank digital merupakan kegiatan perbankan yang dilakukan secara digital atau melalui internet. Mulai dari awal pembukaan rekening tabungan hingga penutupannya dapat dilakukan secara online tanpa harus pergi ke kantor bank.

Adapun menurut peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 12/PJOK.03/2021 dijelaskan layanan bank digital merupakan layanan perbankan elektronik yang ditujukan untuk pemanfaatan data nasabah supaya lebih cepat, mudah, sesuai kebutuhan, dan dapat dilakukan nasabah secara mandiri dengan tetap memperhatikan unsur keamanan.

Pada saat ini beberapa bank digital telah menunjukkan kinerja baik dengan penyaluran kredit meningkat yang tercatat pada kuartal I-2022. Berikut lima daftar Bank digital yang mengalami peningkatan penyaluran kredit menurut laporan keuangan kuartal I-2022:

1. Seabank

Seabank mencatat kredit yang diberikan mengalami peningkatan 451%. Tercatat pada periode Maret 2021 Rp1,70 triliun menjadi Rp9,37 triliun periode maret 2022.

2. Bank Jago
 

PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit pada kuartal I-2022 mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tercatat pada Kuartal I-2022, Bank Jago telah menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah senilai Rp6,14 triliun.

3. Bank Digital BCA
 

Bank digital BCA mencatatkan kredit yang diberikan sebesar Rp1,07 triliun pada periode kuartal I-2022. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun 2021, bank digital BCA tidak menyalurkan kredit.

4. Bank Aladin Syariah
 

Bank Aladin Syariah tidak menyalurkan kredit pada kuartal I-2022. Namun, aset Bank ini mengalami pertumbuhan 7% yang tercatat pada kuartal I-2021 Rp1,22 triliun menjadi Rp1,3 triliun pada kurtal I-2022.

5.Bank Neo Commerce
 

Bank Neo Commerce mencatat penyaluran kredit yang diberikan naik 28,3% secara tahunan. Pada periode Maret 2021 tercatat Rp3,75 triliun menjadi Rp4,80 triliun pada Maret 2022.

Berita Terkait