5 Aset Kripto Ini Diprediksi Akan Bullish di Minggu Ketiga Mei 2022

11 Mei 2022 21:03 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Ilustrasi Mata Uang Kripto / Pixabay.com

(Pixabay.com)

JAKARTA - Ada beberapa aset kripto yang diprediksi akan mengalami bullish pada minggu ketiga Mei 2022 di saat kondisi pasar tampak sedang terpuruk selama beberapa hari ke belakang. 

Mengacu data Coin Market Cap, Rabu, 11 Mei 2022 pukul 17.00 WIB, sebagian besar aset kripto yang berada di daftar 10 besar berdasarkan kapitalisasi pasar masih berada di zona merah. Hanya Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan USD Coin (USDC) yang terpantau mulai memasuki zona hijau.

Kondisi pasar kripto dalam beberapa hari terakhir menunjukkan downtrend dengan pergerakan yang cukup signifikan. Dalam seminggu terakhir, Bitcoin sudah mengalami penurunan hingga 17,99% dan saat ini berada di level US$31.924 atau setara dedngan Rp464,3 juta dalam asumsi kurs Rp14.546 perdolar Amerika Serikat (AS).

Selain stablecoin seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Binance USD (BUSD), aset kripto di jajaran 10 besar mengalami penurunan lebih dari 15% dalam tujuh hari terakhir. Penurunan paling signifikan dialami oleh Solana (SOL) dengan persentase 25,01% sementara Terra (LUNA) sudah terdepak dari jajaran 10 besar dan saat ini berada di peringkat ke-41.

Penurunan tren pada pasar kripto terjadi setelah bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mengumumkan kenaikan suku bunga. Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, sentimen negatif pun muncul saat terjadinya drama stablecoin Terra, UST, gagal untuk menjaga nilai tukarnya di level US$1 (Rp14.546) seperti stablecoin pada umumnya. Saat ini saja, UST sedang menduduki level US$0,5755 (Rp8.371).

“Anjloknya nilai BTC dan terjadinya reserve asset dari UST, membuat sentimen negatif terhadap stablecoin. Tanda-tanda kelemahan dalam stablecoin, sebagai aset kripto yang lebih aman tapi tidak terbukti, semakin menakuti investor,” imbuh Afid.

Di tengah kondisi pasar kripto yang sedang mengalami downtrend, Afid memprediksi ada beberapa aset kripto yang berpotensi untuk bullish pada minggu ketiga Mei 2022.

1. eCash (XEC)

eCash (XEC) adalah rebranding dari Bitcoin Cash (BCH),  alternatif dari aset kripto Bitcoin dengan harga yang lebih murah.

Afid Sugiono mengatakan, XEC berpotensi bullish pada minggu ketiga Mei 2022 karena pembaharuan jaringan yang akan berlangsung pada 15 Mei 2022.

“Jaringan eCash ditingkatkan setiap tahun pada tanggal 15 Mei & 15 November, artinya terdekat 15 Mei. Upgrade ini membuat investor mulai buy dan hold token untuk mendapat keuntungan sehingga permintaan naik,” kata Afid.

Dilihat dari kacamata analisis teknikal, XEC saat ini sedang mengalami koreksi yang cukup signifikan. Akan tetapi, terlihat juga bahwa harga aset ini sedang bergerak naik secara perlahan. Menurut Afid, kemungkinan besar XEC dapat terus bergerak naik menuju level US$0,00006474 (Rp0,9417).

Saat ini, XEC sedang menduduki peringkat ke-62 dengan kapitalisasi pasar US$1,08 miliar (Rp15.709) dan berada di posisi harga US$0,00005675  (Rp0,8254).

2. Kava (KAVA)

Kava adalah platform decentralized finance (DeFi) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan aktivitas pinjam-meminjam aset kripto tanpa melibatkan pihak ketiga.

Sementara itu, KAVA adalah token utilitas yang digunakan di platform untuk aktivitas pinjam-meminjam tersebut.

Menurut Afid, KAVA berpotensi bullish karena adanya peluncuran Mainnet Kava Network 1.0 di pertengahan Mei 2022. Mainnet ini sudah ditunggu-tunggu investor karena kemampuannya untuk menghubungkan ekosistem Ethereum dan Cosmos.

“Kava masih mencuri panggung untuk aset kripto yang potensi bullish. Sekarang sentimen positif datang dari peluncuran Mainnet Kava Network,” kata Afid.

Menurut Afid, selama level support masih berada di kisaran US$2,43, KAVA berpotensi naik hingga 30% dalam beberapa hari ke depan.

KAVA saat ini menempati peringkat ke-98 dengan kapitalisasi pasar US$458,5 juta (Rp6,6 triliun) dan menduduki harga US$2,43 (Rp35.346).

3. Secret Network (SCRT)

Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang mampu menjaga privasi pelaku transaksi. Sementara itu, SCRT adalah native coin dari Secret Network.

Setelah terkoreksi selama beberapa hari ke belakang, pembaharuan Mainnet pada jaringan Secret Network dinilai Afid dapat menjadi sentimen positif yang mendorong SCRT untuk naik.

Pembaharuan mainnet ini digadang-gadang mampu meningkatkan kinerja jaringan 500 kali lipat lebih baik dan memperkuat posisi Secret sebagai pusat privasi di ekosistem internet generasi ketiga (Web3).

"Kabar ini membuat harga SCRT langsung naik. Dari analisis teknikalnya, SCRT berpotensi naik hingga 40% sampai harga kisaran US$3,50 dari batas bawas US$2,44,” ungkap Afid.

SCRT saat ini menempati peringkat ke-107 dengan kapitalisasi pasar US$394,02 juta (Rp5,7 triliun) dan berada di level harga US$2,41 (Rp35.055).

4. EOS (EOS)

EOS adalah aset kripto yang dirancang untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO yang beroperasi sebagai platform smart contract dan pengembang aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

Afid mengungkapkan, EOS berpotensi untuk bullish pada minggu ketiga Mei 2022 karena adanya aksi hard fork pada jaringan blockchainnya. Untuk diketahui, hard fork adalah perubahan protokol pada aset kripto dan membuat versi yang lama menjadi tidak valid lagi.

“Hard fork ini dikabarkan akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi. Alhasil EOS dapat sentimen positif yang membawa harganya naik lebih tinggi,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikal, Afid memprediksi EOS dapat bergerak menuju harga US$1,99 (Rp28.946) atau naik sekitar 28% selama beberapa hari ke depan.

Saat ini, EOS menempati peringkat ke-41 dengan kapitalisasi pasar US$1,6 miliar (Rp23,2 triliun) dan berada di level US$1,67 (Rp24.291).

5. Bitcoin DOWN (BTCDOWN)

BTCDOWN adalah aset kripto yang dirancang untuk menghasilkan keuntungan ketika harga Bitcoin sedang turun.

Afid mengatakan, kondisi pasar kripto yang sedang tertekan secara keseluruhan saat ini pun mampu berpengaruh positif pada harga BTCDOWN.

“Pergerakan BTCDOWN sudah perlahan bergerak naik signifikan. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bullish yang mengindikasikan tren peningkatan harga. Harga BTCDOWN bisa naik capai US$0,02866 (Rp416,8) dari US$0,02319 (Rp337,3),” kata Afid.

BTCDOWN saat ini sedang menempati peringkat ke-2878 dengan informasi kapitalisasi pasar yang tidak tersedia. Saat ini, BTCDOWN berada di level US$0,02303 (Rp334,9). 

Berita Terkait