4 Tantangan Klasik UMKM yang Semakin Berat karena Pandemi COVID-19

13 September 2022 17:42 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Pengunjung melihat produk kerajinan di salah satu stan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jum'at, 27 Mei 2022. (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA - Hasil studi yang dilakukan Boston Consulting Group (BCG) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengungkapkan ada empat tantangan klasik bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang semakin berat karena pandemi COVID-19.

Managing Director dan Partner BCG Davids Tjhin mengatakan, selama pandemi, banyak UMKM yang bangkrut karena pembatasan mobilitas sosial sementara yang lain mengalami kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya.

Ia pun mengatakan bagaimana bisnis UMKM terus menghadapi tantangan, terutama di masa pandemi, dan memberikan dampak sangat serius kepada ekonomi rumah tangga.

"Pada penelitian yang dilakukan BCG dan Telkom, dampak pandemi bagi Indonesia, khususnya pada sektor bisnis yang sangat serius. Semua sektor usaha, baik perusahaan skala besar maupun UMKM mengalami penurunan pendapatan hingga lebih dari 80%," kata Davids dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 13 September 2022.

Dikatakan oleh Davids, inilah empat tantangan bagi UMKM yang semakin diperparah oleh situasi pandemi:

1. dukungan pendanaan (57%),

2. kesulitan di pusat pelatihan dan pembelajaran digital (49%),

3. dukungan regulasi (43%), serta

4. kebutuhan akan layanan konsultasi atau pendampingan bisnis (32%).

Direktur Digital Business Telkom Indonesia Fajrin Rasyid mengatakan, hasil studi tersebut pun mengemukakan  bahwa transformasi digital menjadi faktor penting yang dapat mendukung UMKM untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Teknologi digital dapat memberikan akses yang sangat berharga untuk memastikan kelangsungan bisnis saat mengakses pasar baru yang sedang berkembang secara nasional, regional, dan global.

"Teknologi digital juga memberikan jalur yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan proses dan cara kerja, serta mengurangi biaya bisnis yang sedang berlangsung," ungkap Fajrin.

Bahkan, hasil studi BCG dan Telkom Indonesia itu pun menyebutkan bahwa digitalisasi dapat berkontribusi besar bagi lebih dari 60% UMKM dalam memainkan peran vital di perekonomian dunia. 

Berita Terkait