4 Manfaat Restrukturisasi Bagi Subholding Pertamina NRE, Salah Satunya Buka Opsi IPO

13 September 2021 21:30 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik anak subholding Pertamina NRE, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). (pge.pertamina.com)

JAKARTA – Restrukturisasi internal PT Pertamina (Persero) menghasilkan 6 subholding, termasuk salah satunya subholding energi bersih yaitu Power & New Renewable Energy atau Pertamina NRE. 

“Pembentukan holding dan subholding di tubuh Pertamina bertujuan agar Pertamina lebih adaptif terhadap lingkungan bisnis yang semakin dinamis,” ujar Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro dalam keterangan resmi, Senin, 13 September 2021.

Melalui restrukturisasi ini, Dannif menjelaskan ada empat manfaat langsung yang dirasakan oleh subholding Pertamina NRE. Pertama, meningkatnya peluang untuk menjalin kemitraan dalam rangka untuk mempercepat pengembangan kapabilitas BUMN di bisnis energi baru dan terbarukan.

Kedua, memperoleh fleksibilitas dalam mencari alternatif pendanaan yang kompetitif seperti Green Financing, Green Bond, termasuk melakukan unlock value perusahaan melalui skema initial public offering (IPO).

Ketiga, percepatan pengembangan portofolio bisnis energi baru dan terbarukan Pertamina dengan penjajakan kepada bisnis hydrogen, ekosistem kendaraan listrik, dan bisnis lainnya.

Keempat, adanya potensi sinergi pemanfaatan talent yang telah berpengalaman dalam pengembangan proyek dan program pemeliharaan pembangkit listrik geothermal pada pembangkit listrik lainnya di subholding PNRE.

Dannif menambahkan bahwa subholding PNRE berkomitmen penuh mendukung target Pertamina menurunkan emisi karbon sebesar 30 persen pada 2030 dengan mengedepankan aspek environment, social, and governance (ESG) dalam praktik bisnisnya.

“Dengan transformasi ini, subholding PNRE menjadi lebih fokus dengan amanah mengawal transisi energi, mewujudkan visi sebagai Indonesia Green Energy Champion, mencapai aspirasi kapasitas terpasang sebesar 10 GW pada tahun 2026,  serta mendukung visi Pertamina menuju global green energy company,” ujar Dannif.

Untuk mencapai target 17 persen energi bersih dalam portofolio bisnis Pertamina, subholding PNRE memiliki aspirasi untuk mencapai kapasitas 10 GW energi bersih pada 2026. 10 GW tersebut terdiri dari 6 GW gas to power, 3 GW energi terbarukan termasuk panas bumi, dan 1 GW energi baru.

Berita Terkait