3,5 Juta Orang Kena PHK, Saatnya Buka Usaha Kemitraan

JAKARTA – Laju angka penambahan kasus positif corona berbanding lurus dengan jumlah masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam catatan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sampai dengan Selasa, 2 Juni 2020, jumlah pekerja Indonesia yang terdampak PHK dan dirumahkan, ada sebanyak 3,05 juta jiwa. Angka tersebut meningkat dari data sebelumnya, yaitu 3 juta orang per 20 April 2020.

Begitu pula dengan jumlah kasus positif corona di Indonesia yang masih menunjukkan penambahan. Tercatat pada Minggu, 28 Juni 2020, jumlah pasien yang dinyatakan positif bertambah 1.198 orang sehingga total menjadi 54.010 kasus positif corona. Sementara di hari sebelumnya hanya ada 52.812 kasus.

PHK Bukan Akhir Segalanya

Mendapatkan pekerjaan baru setelah di PHK bukanlah hal mudah. Apalagi di situasi dan kondisi pandemi ini. Namun, meratapi kesedihan dalam jangka waktu yang lama juga bukan pilihan bijak.

Pengelola Temandagang.id Herdianto Indra mengatakan peluang usaha masih cukup banyak yang menjanjikan jika memang ingin bangkit dari keterpurukan. Hal itu disampaikan Indra berdasarkan informasi-informasi yang terangkum dalam redaksi Temandagang.id. Informasi tersebut diperoleh timnya saat mencari berita di lapangan.

“Banyak yang masih terus survive di kondisi sulit ini. Untuk yang di PHK, bisa coba dengan mulai mengelola uang yang ada untuk satu usaha. Kami banyak informasi mengenai peluang usaha yang bisa Anda gunakan sebagai referensi. Jangan patah semangat. Dari yang dengan modal nol rupiah pun ada,” katanya di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.

Sebagai contoh, kata Indra, Temandagang,id memiliki informasi seputar peluang usaha atau berdagang mudah yang bisa dimulai dari diri sendiri. Ada pula cerita orang-orang sukses berdagang setelah lamaran kerjanya ditolak lima kali.

“Jangan takut untuk memulai membuka bisnis Anda sendiri. Kesuksesan dalam berdagang itu sejatinya dimulai dari diri sendiri dahulu. Cari tahu, bisnis apa sih yang benar-benar Anda sukai. Jangan pernah merasa malu memulai bisnis walau bisnis kecil sekalipun. Banyak kok perusahaan besar, orang-orang besar, yang memulai usahanya dari kecil,” kata Indra.

Cerita Bunda Entuy yang Sukses Berbisnis dengan Jalin Kemitraan Usaha

Tus Muliati (63), meski bukan menjadi salah satu pekerja yang kena PHK, tapi ia juga menjadi orang yang terdampak adanya virus corona. Tapi, ia tetap semangat untuk terus bangkit. Hal ini dapat menjadi contoh untuk Anda yang masih muda agar tak mudah kalah dengan keadaan.

Wanita yang akrab disapa Bunda Entuy ini terus beradaptasi dengan mencoba hal baru meski usahanya sempat menurun karena pandemi corona. Bunda Entuy kemudian berkenalan dengan salah satu aplikasi dagang, Youtap, yang membantunya mengelola usaha di bidang makanan dan minuman.

Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk menghitung untung per hari dan membantu pencatatan transaksi secara keseluruhan. Keberadaan aplikasi tersebut jelas membantu Bunda Entuy dalam mengelola usahanya.

Lantaran, salah satu indikator kelancaran bisnis pedagang di masa sekarang adalah cerdas dalam mengelola operasional bisnisnya, tak terkecuali dalam melakukan perhitungan bisnis dengan benar dan praktis.

“Waktu pertama kenal teknologi ini, saya diajarkan cara penggunaannya oleh beberapa tim Youtap. Saya terkesan pada anak muda yang mengenalkan teknologi ini, wah rajin banget mau ajari emak-emak seperti saya. Padahal saya pakai ponsel hanya untuk komunikasi dan baca berita. Sekarang malah diajarkan cara memasukkan data ke ponsel saat ada orang jajan,” Kata dia.

“Awalnya saya pikir ini sulit. Tapi setelah saya tahu cara pakainya, ternyata sangat membantu operasional saya. Sekarang saya jadi tahu berapa banyak keuntungan saya dan alokasi saya, jadi keliatan semua. Per minggu bahkan ada laporannya, keuntungan menurun atau nambah. Saya salut dengan tim Youtap yang terus mendorong orang seperti saya untuk tidak berhenti dan terus mau belajar,” lanjutnya.

Kemudahan Izin UMKM dari Pemerintah

Pemerintah Indonesia akan memberi kemudahan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal tersebut sempat diungkapkan Presiden Joko Widodo pada awal 2020.

Joko Widodo meminta agar kemudahan berusaha tak hanya diberikan kepada pelaku usaha skala menengah dan besar, tetapi juga kepada UMKM. “Tolong juga diutamakan UMKM agar fasilitas kemudahan berusaha ini diberikan,” kata Jokowi.

Fasilitas kemudahan usaha kepada UMKM yang dimaksud Jokowi yaitu melalui penyederhanaan izin. Bahkan jika memungkinkan, pengusaha UMKM tak perlu mengurus perizinan sebagaimana pelaku usaha skala menengah dan besar lainnya lakukan.

“Mungkin tidak usah izin, tetapi hanya registrasi biasa,” ujar Jokowi. (SKO)

Tags:
aplikasiphkTemandagang.idtips suksesumkmUsahawirausahaYoutapYoutap Indonesia
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: