3 Proyek Ini Jadi Fokus Garapan Triniti Land Saat Ini

20 Agustus 2021 07:04 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Sukirno

Salah satu proyek Triniti Land

JAKARTA – Emiten properti PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Triniti Land membeberkan tiga proyek yang menjadi fokus perseroan saat ini.

Presiden Direktur dan CEO Triniti Properti Ishak Chandra mengungkapkan, terdapat dua proyek di Lampung dan satu di antaranya di Sentul.

“Perseroan akan membangun kompleks pergudangan dan komersial di Lampung di atas tanah seluas kurang lebih 12 hektare, dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp800 miliar,” ungkapnya dalam Public Expose secara daring, Kamis, 19 Agustus 2021.

Saat ini, lanjutnya, perseroan sedang membuat master plan dan perencanaan pemasaran. Adapun pembangunan proyek diperkirakan mulai pada kuartal I-2022.

Kedua, di atas tanah seluas 40 hektare, Triniti Land juga akan membangun landed house di Batu Putuk, Lampung. Lokasi proyek diklaim strategis karena berada di sekitar Taman Wisata Bumi Kedaton dan Kebun Binatang Bumi Kedaton.

Untuk kedua proyek tersebut, Triniti Land berencana melakukan pembelian dan pengalihan lahan secara bertahap dari PT Griya Kedaton Indah dan pihak yang dikuasakan untuk dua lokasi tanah di Bandar Lampung.

Adapun sumber pendanaan diharapkan dari internal perusahaan dan partner strategis. Rencananya, dalam proyek ini akan dibangun logistic park dan kawasan residensial yang diperkirakan mulai dikembangkan dan dikomersialkan pada akhir 2021 atau awal tahun 2022.

Pengembangan logistic park sendiri diperkirakan sekitar 4-5 tahun dan residensial selama 8 tahun.

Proyek ketiga adalah kawasan hunian di Sentul dengan pendapatan senilai Rp13,2 triliun. Sama halnya dengan proyek kompleks pergudangan di Lampung, perseroan sedang membuat master plan dan perencanaan pemasaran.

“Diperkirakan pembangunan cluster pertama akan dimulai kuartal pertama 2022,” tambahnya.

Sebagai informasi, prapenjualan TRIN sepanjang enam bulan pertama 2021 tercatat sebesar Rp312,8 miliar. Angka ini naik 212% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan Rp99,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berita Terkait