3,22 Persen Wilayah Masuk Musim Hujan, BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem 10 Hari ke Depan

15 September 2021 20:58 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Istimewa.)

JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengihimbau masyarakat agar senantiasa mewaspadai potensi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang akan terjadi selama sepuluh hari ke depan.

Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko mengatakan cuaca ekstrem dapat terjadi mengingat saat ini sejumlah wilayah di Indonesia telah memasuki awal musim hujan.

Berdasarkan analisis curah hujan pada dasarian I September 2021, sebanyak 3,22% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dan sebagian besar wilayah masih mengalami musim kemarau.

Wilayah yang sudah mengalami musim hujan meliputi sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian besar Sumatera Barat, Kalimantan Selatan bagian selatan, dan Kalimantan Timur bagian selatan.

"Kondisi tersebut sebagai pertanda masa peralihan/transisi/pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan," ujar Urip dalam keterangan resmi dikutip Rabu, 15 September 2021.

Dia menyebut bahwa berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan pada dasarian II September 2021 wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi (lebih dari 150 mm/dasarian) meliputi Bengkulu bagian utara, Jambi bagian barat, Kalimantan Barat bagian timur, Kalimantan Tengah bagian utara, dan Kalimantan Utara bagian barat.

Tidak hanya itu, curah hujan tinggi juga terjadi di sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah bagian timur, Pulau Seram bagian tengah, Papua Barat bagian utara dan Papua bagian tengah.

"Mengacu pada hal tersebut dan prediksi peluang hujan tinggi lebih dari 70% , maka perlu kewaspadaan terhadap dampak potensi curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem," imbau Urip.

Dia menambahkan, menurut prakiraan musim hujan tahun 2021/2022 BMKG, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami Awal Musim Hujan 2021/2022 pada kisaran bulan Oktober dan November 2021 sebanyak 232 ZOM (Zona Musim) atau sekitar 67,8%.

Sementara puncak Musim Hujan 2021/2022 di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022 yakni sebanyak 71,3%.

BMKG menghimbau agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa menimbulkan hujan lebat yang disertai angin kencang, petir dan tanah longsor serta banjir.

"Masyarakat diimbau dapat lebih mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat dengan periode singkat, dan angin puting beliung dengan melakukan pemeriksaan sarana-prasarana dan lingkungan di sekitarnya," ungkap Urip.*

Berita Terkait