23 Perusahaan Antre IPO: Pak Erick, Masih Belum Ada BUMN di Daftar BEI

18 Juni 2021 07:10 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Awak media mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22 pada akhir sesi Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 – 5.157,27. Artinya, indeks sempat anjlok 4 persen dan terlempar dari zona 5.000. Risiko penurunan data perekonomian kawasan Asean termasuk Indonesia menjadi penyebab (IHSG) terkoreksi cukup dalam hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terdapat 23 perusahaan berada dalam antrean (pipeline) penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) per Kamis, 17 Juni 2021.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, tiga di antaranya akan melalukan IPO secara daring (e-IPO) dan informasinya dapat diakses pada laman e-IPO.

Ketiga perusahaan tersebut yaitu PT Bundamedik Tbk (BMHS), PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

“Selanjutya, 20 perusahaan lainnya dapat kami sampaikan bahwa belum ada perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang melakukan permohonan pendaftaran pencatatan saham,” ujarnya melalui pesan singkat kepada awak media, Kamis, 17 Juni 2021.

Pihaknya juga telah melakukan klasifikasi kepada calon emiten berdasarkan nilai asetnya. Antara lain tiga perusahaan aset skala kecil dengan nilai di bawah Rp50 miliar. Sembilan perusahaan aset skala menengah dengan nilai antara Rp50 miliar – Rp250 miliar. Lalu, 11 perusahaan aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.

Dari segi sektor, satu perusahaan dari sektor basic materials, empat perusahaan dari sektor industrials, satu perusahaan dari sektor transportation and logistics, tiga perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dan dua perusahaan dari sektor consumer cyclicals.

Lebih lanjut, satu perusahaan dari sektor properties and real estate, tiga perusahaan dari sektor technology, dua perusahaan dari sektor healthcare, tiga perusahaan dari sektor energy, dan sisanya sebanyak tiga perusahaan dari sektor financials.

Kementerian BUMN mengungkap sudah ada 14 perusahaan pelat merah dan anak usahanya yang siap IPO di BEI. Jumlah perusahaan pelat merah yang melantai di bursa saham ini melebihi target yang pernah dipaparkan Menteri BUMN Erick Thohir. Pada Februari 2021, Erick hanya menargetkan 12 BUMN yang bisa melantai di bursa.

“Di pipeline saya tidak mau bilang angka fix-nya nanti dicari-cari, tapi ada 8-12 yang kami akan go public-kan,” kata Erick dalam diskusi virtual yang digelar BEI, Kamis 4 April 2021. (SKO)

Berita Terkait