2 BUMN Kembali Dilebur, 1 BUMN Bakal Dicaplok Telkom

07 Juni 2022 21:12 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Rizky C. Septania

Karyawan beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.

JAKARTA - Pemerintah kembali merencanakan dua aksi penggabungan usaha (merger) yang akan melibatkan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Wakil Menteri BUMN Kartika Wiroatmojo mengungkapkan bahwa keempat perusahaan pelat merah yang akan dilebur antara lain Perum Damri, Perum PPD, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan Perum Produksi Film Negara (PFN).

Pria yang akrab disapa Tiko ini menyatakan peleburan Perum Damri dan Perum PFN dilakukan agar dapat lebih kuat lantaran keduanya memiliki lini bisnis yang sama. Sementara itu, Damri dan PPD merupakan dua BUMN yang bisnisnya terdampak COVID-19.

"Damri dengan PPD fungsinya sama dan dua-duanya kena COVID-19. Keduanya digabung untuk jadi lebih kuat dan bisa menjangkau jaringan perintis," ujarnya dalam Rapat Bersama Komisi VI DPR, Selasa, 7 Mei 2022.

Selain Perum Damri dan PPD, Kementerian BUMN tengah mengkaji merger Perum Produksi Film Negara (PFN) dengan BUMN Telekomunikasi, Telkom Indonesia.

Ia menyebut PFN nantinya bakal diambilalih oleh Telkom Indonesia karena perusahaan produksi film ini dinilai sulit untuk berdiri sendiri.

"Berdiri sendiri PFN ini sulit dan harus bergabung menjadi ekosistem Telkom untuk produksi film yang nantinya bakal ditayangkan di platform Telkom seperti Indihome maupun Maxstream," tutur Tiko.

Kendati begitu,  pria yang pernah menjabat Direktur Utama Bank Mandiri ini tak membahas secara rinci bagaimana proses merger keempat BUMN tersebut. Ia hanya mengatakan aksi korporasi ini akan dibahas secara terpisah karena beberapa BUMN tidak termasuk dalam perusahaan terbuka.

Berita Terkait