100 Perusahaan Pertahanan Terbaik 2021: Barat Mendominasi, China Menguat, Rusia Loyo

27 Juli 2021 09:43 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Editor: Amirudin Zuhri

JAKARTA-Pendapatan dari 100 perusahaan pertahanan teratas di dunia naik selama lima tahun berturut-turut. Hal ini menunjukkan tahun fiskal 2020 tetap menjadi waktu yang baik untuk industri pertahanan meski virus corona melumpuhkan sebagian besar ekonomi dunia.

Pendapatan pertahanan yang tercatat dalam daftar 100 perusahaan pertahanan terbaik 2021 yang dirilis Defense News 26 Juli 2021 menyebutkan, pendapatan total industri pertahanan dunia pada 2020 mencapai US$551 miliar. Angka ini  naik sekitar 5 persen dari US$524 miliar dibanding tahun fiskal 2019.

Sebanyak 10 perusahaan teratas mewakili lebih dari 50 persen pendapatan pertahanan dalam daftar tahun ini. Sementara 25 perusahaan teratas menyumbang hampir 75 persen. Secara geopolitik, daftar tersebut melukiskan gambaran dominasi Barat.  Hanya ada dua perusahaan Rusia di 50 perusahaan teratas. Mereka adalah Almaz Antey dan Tactical Missiles Corporation.

Ada enam perusahaan Amereika dalam 10 perusahaan teratas dan 11 dalam daftar 25 teratas. Pendapatan gabungan dari 50 perusahaan Amerika di daftar 100 terbaik mencapai sekitar 56 persen dari total pendapatan seluruh perusahaan yang ada daftar tersebut.

Sebanyak 24 empat perusahaan dari Eropa termasuk Turki dan Ukraina (tetapi tidak termasuk Rusia) masuk dalam daftar. Pendapatan pertahanan gabungan dari perusahaan-perusahaan itu mencapai 18 persen dari total daftar. BAE Systems Inggris menjadi yang terkuat di Eropa dengan berada di peringkat ketujuh dan menjadi satu dari tujuh perusahaan Inggris secara keseluruhan.

China menunjukkan kinerja yang kuat tahun ini, dengan tujuh perusahaan masuk dalam daftar dengan gabungan pendapatan sebesar US$95,6 miliar. Angka ini tipis di bawah pendapatan pertahanan gabungan perusahaan-perusahaan dari negara-negara NATO di luar Amerika yang jumlahnya mencapai US$97 miliar. Pendapatan perusahaan China jauh lebih baik daripada gabungan perusahaan-perusahaan Asia-Pasifik lainnya (tidak termasuk Rusia) yang memiliki pendapatan gabungan US$22 miliar.

Dua perusahaan Rusia mengalami penurunan tajam pendapatan pertahanan antara 2019 dan 2020. Pendapatan Almaz-Antey turun 34 persen, dan Tactical Missiles Corporation turun 16 persen. Sedangkan Ukraina diwakili Ukroboronprom yang berada di tempat ke-97. Pada 2020 perusahaan ini memperoleh pendapatan US$650,6 juta. Angka ini turun 15 persen tahun 2019.

Tiga perusahaan Israel dalam daftar terus naik atau mempertahankan posisinya.  Elbit System naik dari posisi 31 ke posisi 30.  Israel Aerospace Industries dari 41 ke 37. dan Rafael tetap di urutan ke-44.

Edge Group Uni Emirat Arab, konglomerat pertahanan yang didirikan pada 2019 masuk dalam daftar yang menunjukkan upaya di Timur Tengah untuk melonggarkan ketergantungan pada pemasok senjata asing.

Di Amerika, CAE Kanada turun tujuh peringkat sementara pendapatan pertahanannya turun 8 persen. Embraer Brasil turun 16 peringkat dengan pendapatan pertahanan turun 16 persen. Sementara Boeing mencatat penurunan 6 persen dalam pendapatan pertahanan 

Lockheed Martin Tetap Jawara

Lockheed Martin tetap menduduki puncak daftar selama 22 tahun dengan pendapatan pertahanan yang mewakili sekitar 11 persen dari total. Pendapatan pertahanannya pada 2020 melonjak 11 persen dari 2019 yakni dari US$56,6 miliar menjadi US$62,6 miliar. Raytheon Technologies yang baru dibentuk berada di urutan kedua, dengan pendapatan pertahanan US$42 miliar pada 2020.

Raytheon Company yang tahun 2020 ada di peringkat lima dan United Technologies Corporation ada di peringkat 10 bergabung pada April 2020 untuk membentuk Raytheon Technologies Corporation.   Raytheon menggantikan Boeing yang turun dari ururan dua ke nomor tiga. Sementara General Dynamics turun dari peringkat ketiga menjadi nomor lima.

Northrop Grumman bertahan stabil di peringkat keempat tetapi melihat lonjakan 10 persen dalam pendapatan pertahanan. Northrop dan Lockheed masing-masing dipandang memiliki posisi yang baik sehubungan dengan prioritas Pentagon, khususnya di bidang luar angkasa, pertahanan rudal, modernisasi nuklir, dan senjata hipersonik.

Tujuh perusahaan meningkatkan pendapatan pertahanan mereka sebesar US$1 miliar atau lebih dengan Lockheed memimpin. Sementara itu ada empat perusahaan yang pendapatan pertahanannya turun US$1 miliar atau lebih. Almaz-Antey mengalami penurunan terbesar yakni US$3,1 miliar. Yang lainnya adalah Mitsubishi Heavy Industries Jepang tuun US$2,8 miliar, Dassault Prancis turun US$2 miliar dan Boeing turun US$1,9 miliar.

Pendatang baru dalam daftar termasuk Kratos yang berbasis di San Diego, California ada di peringkat 94. Sementara peringkat terakhir atau 100 adalah indra dari Spanyol.

Berita Terkait