10 Tren Bisnis dan Teknologi pada 2021

21 Desember 2020 07:09 WIB

Penulis: Gloria Natalia Dolorosa

Ilustrasi virtual reality. Dok: Pexels.

JAKARTA – Perubahan preferensi konsumen dan model bisnis pada pandemi Covid-19 di tahun 2020 diprediksi bertahan lebih lama dan kemungkinan besar menjadi permanen.

Selama pandemi ini, konsumen menyesuaikan diri dengan model digital dan beraktivitas jarak jauh.

General Partner & CEO Pegasus Tech Ventures, Anis Uzzaman, memprediksi penyesuaian ini akan bersifat permanen, sekaligus mempercepat perubahan yang sudah berlangsung sebelum krisis terjadi.

Nomadisme digital, filantropi, dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) akan menjadi kata kunci populer pada 2021. Uzzaman memperkirakan akan terjadi perubahan cepat dalam inovasi teknologi dan bisnis teratas, yang didasari pada pengalaman orang-orang selama pandemi.

Perkembangan teknologi pada 2021 akan melanjutkan perkembangan yang terjadi tahun 2020, termasuk memperhitungkan dampak Covid-19. Banyak dari perilaku baru kita akan menjadi bagian dari normal baru pada tahun 2021, yang kemudian mendorong inovasi teknologi dan bisnis.

Dilansir dari Inc, Uzzaman membagikan 10 tren teknologi dan bisnis yang diprediksi menonjol pada 2021.

Tren 1: Revolusi pengembangan obat dengan pengujian Covid-19 tingkat lanjut dan pengembangan vaksin

Covid menyebabkan perombakan besar dalam industri obat-obatan. Percobaan terhadap obat menjadi lebih cepat dan mudah.

Para peneliti telah menunda banyak uji klinis tradisional, lantas beralih ke struktur virtual dengan melakukan konsultasi online dan mengumpulkan data dari jarak jauh.

Uji klinis jarak jauh dan perubahan lain dapat secara permanen mengubah perkembangan farmasi.

Terjadi perkembangan kit uji Covid-19 yang cepat di seluruh dunia serta pengembangan vaksin yang sangat cepat oleh perusahaan farmasi yang berbasis di AS dan Inggris seperti Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca.

Baik Pfizer dan Moderna telah mengembangkan vaksin mRNA, pertama dalam sejarah manusia dan inovasi teknologi yang sangat besar. Diprediksi, akan lebih banyak inovasi pada alat uji Covid-19 dan kandidat vaksin baru sepanjang 2021.

Tren 2: Melanjutkan perluasan kerja jarak jauh dan konferensi video

Area ini telah mengalami pertumbuhan pesat selama pandemi dan kemungkinan terus berkembang pada 2021.

Zoom, yang tumbuh dari startup pada 2011 menjadi go public pada 2019, menjadi istilah biasa di rumah tangga selama pandemi. Tools perusahaan besar lain yang sudah ada seperti Cisco Webex, Microsoft’s Teams, Google Hangouts, GoToMeeting, dan BlueJeans Verizon juga menyediakan sistem konferensi video mutakhir. Mereka memfasilitasi pekerjaan jarak jauh di seluruh dunia.

Banyak usaha baru muncul di sektor kerja jarak jauh. Startup Bluescape, Eloops, Figma, Slab, dan Tandem semuanya menyediakan platform kolaborasi visual yang memungkinkan tim membuat dan berbagi konten, berinteraksi, melacak proyek, melatih karyawan, menjalankan aktivitas pembentukan tim virtual, dan banyak lagi.

Pengguna dapat membuat kantor virtual yang mereplikasi kerja sama secara langsung dengan memungkinkan kolega berkomunikasi dan berkolaborasi dengan mudah.

Tren 3: Pengiriman nirsentuh tetap seperti normal baru

AS telah mengalami peningkatan 20% preferensi untuk kinerja tanpa kontak di berbagai industri. Pengiriman tanpa kontak (no-contact delivery) adalah normal baru.

DoorDash, Postmates, dan Instacart menawarkan opsi pengiriman drop-off, yang dilaporkan berasal dari keinginan pelanggan untuk meminimalkan kontak fisik.

Grubhub dan Uber Eats juga mengembangkan opsi pengiriman nirsentuh mereka dan akan terus melakukannya pada 2021.

Aplikasi pengiriman yang berbasis di China seperti Meituan mulai menggunakan kendaraan otonom untuk membantu memenuhi pesanan bahan makanan kepada pelanggan. Meituan adalah perusahaan pertama di China yang menerapkan pengiriman tanpa kontak di Wuhan.

Setelah teknologi tersebut diuji tahun lalu, Meituan baru-baru ini meluncurkan layanan tersebut ke publik.

China bukan satu-satunya negara yang ingin mendorong pengiriman robotik ke fase berikutnya. Startup yang berbasis di AS, Manna, Starship Technologies, dan Nuro sedang menangani masalah ini dengan menggunakan aplikasi berbasis robotika dan kecerdasan buatan.

Tren 4: Telehealth dan telemedicine berkembang

Institusi, terutama di layanan kesehatan, sedang berupaya menurunkan paparan Covid-19 kepada pasien dan pekerja. Banyak praktik swasta dan publik mulai menerapkan lebih banyak penawaran telehealth, misalnya obrolan video dokter-pasien, diagnostik berbasis AI avatar, dan pemberian obat tanpa kontak.

Kunjungan telehealth pada masa pandemi melonjak hingga 50% dibandingkan dengan sebelum pandemi. IHS Technology memprediksi bahwa 70 juta orang Amerika menggunakan telehealth pada 2020. Sejak itu, Forrester Research memperkirakan jumlah kunjungan perawatan virtual AS akan mencapai hampir 1 miliar di awal 2021.

Teladoc Health, Amwell, Livongo Health, One Medical, dan Humana adalah beberapa perusahaan publik yang menawarkan layanan telehealth untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

Perusahaan rintisan tidak ketinggalan jauh. Startup seperti MDLive, MeMD, iCliniq, K Health, 98point6, Sense.ly, dan Eden Health juga telah berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan yang berkembang pada 2020. Mereka diprediksi terus menawarkan solusi kreatif pada 2021.

Selain telehealth, di tahun 2021 tampaknya ada kemajuan perawatan kesehatan dalam bioteknologi dan AI, serta peluang pembelajaran mesin (contoh: Suki AI) untuk mendukung diagnosis, pekerjaan admin, dan perawatan kesehatan robotik.

Tren 5: Pendidikan online dan e-learning sebagai bagian dari sistem pendidikan

Covid-19 mempercepat industri pembelajaran elektronik dan pendidikan online. Selama pandemi ini, 190 negara telah memberlakukan penutupan sekolah secara nasional di beberapa titik, yang mempengaruhi hampir 1,6 miliar orang di dunia.

Ada peluang besar pada sekolah, perguruan tinggi, dan bahkan pusat pelatihan yang menyelenggarakan kelas melalui konferensi video. Banyak institusi sebenarnya telah direkomendasikan untuk mengejar sebagian dari kurikulum mereka secara online, bahkan setelah semuanya kembali normal.

17zuoye, Yuanfudao, iTutorGroup, dan Hujiang di China, Udacity, Coursera, Age of Learning, Outschool di AS, dan Byju’s di India adalah beberapa platform pembelajaran online teratas yang telah melayani komunitas global selama pandemi. Kemajuan bisnisnya masih berlanjut hingga 2021 dan seterusnya.

Tren 6: Peningkatan pengembangan infrastruktur 5G, aplikasi baru, dan utilitas

Tidak diragukan lagi bahwa permintaan akan internet berkecepatan lebih tinggi, pembentukan kota pintar, dan mobilitas otonom telah mendorong kemajuan teknologi internet 5G-6G.

Pada tahun 2021, kita akan melihat infrastruktur dan utilitas baru atau pembaruan pengembangan aplikasi, baik dari perusahaan besar maupun startup.

Banyak perusahaan telekomunikasi berada di jalur tepat untuk menghadirkan 5G. Australia meluncurkannya sebelum pandemi Covid-19.

Sementara, Verizon mengumumkan perluasan besar-besaran jaringan 5G-nya pada Oktober 2020 yang akan menjangkau lebih dari 200 juta orang.
Di China, penyebaran 5G terjadi dengan cepat.

Ada lebih dari 380 operator yang saat ini berinvestasi dalam 5G. Lebih dari 35 negara telah meluncurkan layanan 5G komersial.

Startup seperti Movandi bekerja untuk membantu mentransfer data 5G pada jarak yang lebih jauh. Adapun, perusahaan rintisan termasuk Novalume membantu pemerintah kota mengelola jaringan penerangan publik dan data kota pintar melalui sensor.

Sementara, Nido Robotics menggunakan drone untuk menjelajahi dasar laut. Melalui jaringan 5G, drone membantu menavigasi dengan lebih baik dan menggunakan IoT untuk membantu berkomunikasi dengan perangkat di dalamnya.

Startup seperti Seadronix dari Korea Selatan menggunakan 5G untuk membantu memberi daya pada kapal otonom. Jaringan 5G memungkinkan banyak perangkat untuk bekerja secara real time dan menjadikan kapal melakukan perjalanan tanpa awak.

Pengembangan teknologi 5G dan 6G akan mendorong proyek kota pintar secara global dan akan mendukung sektor mobilitas otonom pada 2021.

Tren 7: AI, robotika, internet of things, dan otomasi industri berkembang pesat

Pada 2021, kemungkinan muncul permintaan yang sangat besar dan pertumbuhan yang cepat dari kecerdasan buatan (AI) dan teknologi otomasi industri. Saat manufaktur dan rantai pasokan kembali beroperasi penuh, kekurangan tenaga kerja akan menjadi masalah serius.

Otomasi dengan bantuan AI, robotika, dan internet of things akan menjadi solusi alternatif utama untuk mengoperasikan manufaktur.

Beberapa perusahaan penyedia teknologi teratas yang memungkinkan otomatisasi industri dengan AI dan integrasi robotika meliputi:
UBTech Robotics (China), CloudMinds (AS), Bright Machines (AS), Roobo (China), Vicarious (AS), Jaringan Pilihan (Jepang), Fetch Robotics (AS), Covariant (AS), Locus Robotics (AS), Robotika Buatan (AS), Sistem Sejenis (Kanada), dan Robotika XYZ (China).

Tren 8: Penggunaan teknologi virtual reality dan augmented reality meningkat

Augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) telah berkembang signifikan pada 2020. Teknologi imersif ini sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dari hiburan hingga bisnis.

Kedatangan Covid-19 telah mendorong adopsi teknologi ini saat bisnis beralih ke model kerja jarak jauh, dengan komunikasi dan kolaborasi meluas ke AR dan VR. Teknologi imersif dari inovasi AR dan VR memungkinkan sumber transformasi yang luar biasa di semua sektor.

Avatar AR, navigasi dalam ruangan AR, bantuan jarak jauh, integrasi AI dengan AR dan VR, mobilitas AR, AR cloud, acara olahraga virtual, eye tracking, dan pengenalan ekspresi wajah akan menjadi daya tarik besar pada 2021.

Adopsi AR dan VR akan dipercepat dengan pertumbuhan jaringan 5G dan perluasan bandwidth internet.

Perusahaan seperti Microsoft, Consagous, Quytech, RealWorld One, Chetu, Gramercy Tech, Scanta, IndiaNIC, Groove Jones, dll akan memainkan peran penting dalam membentuk dunia dalam waktu dekat. Tidak hanya karena berbagai aplikasi AR dan VR, tetapi juga sebagai pembawa bendera dari semua teknologi virtual.

Tren 9: Pertumbuhan mobilitas mikro yang berkelanjutan

Sementara pasar mobilitas mikro telah mengalami perlambatan pada awal penyebaran Covid-19, sektor ini telah pulih ke tingkat pertumbuhan sebelum Covid.

Penggunaan e-bikes dan e-scooter meningkat pesat, karena dipandang sebagai alternatif transportasi yang nyaman dan memenuhi norma social distancing.

Dibandingkan dengan hari-hari sebelum Covid, pasar mikromobilitas diperkirakan tumbuh 9% untuk mobilitas mikro pribadi dan 12% untuk mobilitas mikro bersama.

Ada ratusan mil jalur sepeda baru yang dibuat sebagai antisipasi. Milan, Brussels, Seattle, Montreal, New York, dan San Francisco masing-masing telah memperkenalkan lebih dari 20 mil jalur sepeda khusus.

Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa penjualan mobil berbahan bakar diesel dan bensin akan dilarang setelah 2030, yang juga mendorong minat pada mobilitas mikro sebagai salah satu opsi alternatif.

Startup memimpin inovasi dalam mikromobilitas. Bird, Lime, Dott, Skip, Tier, dan Voi adalah startup utama yang memimpin industri mikromobilitas global.

China telah melihat beberapa startup mikromobilitas mencapai status unicorn, termasuk Ofo, Mobike, dan Hellobike.

Tren 10: Inovasi penggerak otonom berkelanjutan

Kita akan melihat kemajuan besar dalam teknologi mengemudi otonom selama 2021. Honda baru-baru ini mengumumkan rencana akan memproduksi kendaraan otonom secara massal, yang dalam kondisi tertentu tidak memerlukan campur tangan pengemudi.

Autopilot Tesla tidak hanya menawarkan pemusatan jalur dan perubahan jalur otomatis, tetapi, mulai tahun ini, juga dapat mengenali tanda kecepatan dan mendeteksi lampu hijau. Ford juga bergabung dalam perlombaan di sektor ini.

Produsen mobil lain, termasuk Mercedes-Benz, pun mencoba untuk mengintegrasikan beberapa tingkat teknologi mengemudi otonom dalam model-model baru mereka mulai 2021. Sementara, GM akan meluncurkan fitur Super Cruise tanpa kendali tangan ke 22 kendaraan pada 2023.

Persaingan pasar yang ketat juga mempercepat pertumbuhan teknologi self-driving di perusahaan lain, termasuk Lyft dan Waymo. Miliaran dolar telah dihabiskan untuk memperoleh perusahaan rintisan di domain ini: GM mengakuisisi Cruise seharga US$1 miliar; Uber mengakuisisi Otto seharga US$680 juta; Ford mengakuisisi Argo AI senilai US$1 miliar; dan Intel mengakuisisi Mobileye senilai US$15,3 miliar.

Berita Terkait