10 Langkah Meningkatkan Kredibilitas Digital

JAKARTA – Dampak Covid-19 membuat sebagian besar tenaga kerja berada di ruang terbatas. Maka itu, identitas digital yang dipelihara dengan baik sangat penting.

Tentu saja, jejak digital yang solid membutuhkan lebih dari sekadar pembuatan akun. Dibutuhkan juga pemantauan dan pengoptimalan yang teratur.

Berikut 10 langkah yang harus diambil setiap profesional untuk memastikan identitas digital yang efektif dan jaringan virtual yang sukses. Langkah-langkah ini bersumber dari Forbes.

Google Diri Anda

Apakah Anda secara tidak sengaja membuat akun Twitter kedua 5 tahun lalu dan melupakannya? Hapus akun duplikat tersebut.

Apakah gelar LinkedIn Anda saat ini masih mencantumkan perusahaan lama? Perbaruilah informasi pekerjaan Anda.

Pikirkan lokasi dan pasar sasaran Anda, sehingga Anda bisa menelusuri dan memantau identitas Anda di situs mesin pencari yang lain, seperti Bing, Baidu, dan Yahoo! Jepang.

Tingkatkan Halaman Pertama

Penelitian menunjukkan 75% pengguna tidak pernah berhasil melewati halaman pertama hasil pencarian. Bila Anda memasukkan nama Anda di mesin telusur, tetapi tidak ada hasil yang relevan, cobalah tingkatkan kepemilikan link.

Tidak ada yang mengetahui secara persis algoritma Google, atau salah satu mesin telusur, Namun, mesin pencari menyukai situs web dengan lalu lintas tinggi seperti LinkedIn, Wikipedia, situs berita, dan situs web perusahaan yang dioptimalkan dengan baik.

Maka, jika ada artikel yang menguntungkan tentang Anda secara online, Anda dapat meningkatkan peringkat pencarian secara silang. Artinya, memperbarui profil publik Anda dengan cara menyertakan tautan ke artikel positif itu.

Gunakan Nama yang Konsisten

Jika tujuan Anda adalah Google dan mesin pencari lain, untuk menentukan peringkat profil yang dimiliki, semua akun profesional harus menggunakan nama yang sama.

Satu-satunya pengecualian adalah jika tujuan dari akun media sosial tertentu adalah diskresi. Misal, satu profil untuk personal seperti berbagi foto keluarga, profil lain untuk profesional.

Bertindak Jujur

Didasarkan pada etika fundamental, para profesional tidak boleh berbohong lewat akun digital. Klaim palsu atas pekerjaan dan gelar biasanya terungkap dan dilaporkan.

Tambahkan Foto Profil

Studi menunjukkan, profil LinkedIn dengan foto profesional menghasilkan kunjungan 14 kali lebih banyak dan 36 kali lebih mungkin menerima pesan.

Ini bukan soal penampilan Anda yang sebenarnya, melainkan tentang mengatur dan mempertahankan tingkat profesionalisme.

Jika foto profesional bukanlah pilihan, Anda tetap harus memastikan foto profil berkualitas tinggi. Gunakan mode portrait dengan latar belakang yang bersih. Hindari filter, foto hitam putih, dan foto apa pun dari lebih dari 10 tahun yang lalu.

Untuk platform profesional seperti LinkedIn, Anda harus menjadi satu-satunya orang yang ada dalam gambar dan Anda harus berpakaian dengan cara yang sama seperti saat wawancara.

Jika akun hanya untuk penggunaan pribadi, Anda boleh menyertakan keluarga atau teman dekat dalam foto profil. Namun, Anda tetap harus meminta persetujuan mereka sebelum mem-posting sebab mereka terikat erat dengan identitas digital Anda.

Bagikan Konten

Pada tahun 2020, hampir semua komunikasi perusahaan bersifat virtual dan digital. Pelajari hal ini dengan membuat kalender konten jangka panjang dan membagikan konten baru.

Untuk eksekutif, contoh konten termasuk foto Instagram, artikel LinkedIn, buletin investor, email seluruh perusahaan, podcast, video, memo suara – media apa pun yang paling sesuai dengan tujuan perpesanan dan audiens.

Bahkan, profesional junior dengan sumber daya terbatas harus membagikan artikel industri yang relevan. Berikan tanda suka, berikan komentar, dan bagikan konten dari kontak di jaringan Anda.

Hapus Konten Lama, Tidak Relevan

Ini adalah tip paling kontroversial karena pakar industri sering kali menyarankan agar konten tidak dihapus. Namun, jika konten yang tidak pantas atau di luar merek dari 10 tahun lalu masih ada di akun Facebook, Twitter, atau LinkedIn Anda, Anda harus menghapusnya. Ini adalah risiko merek.

Sejalan dengan itu, jika blog atau organisasi berita pernah memublikasikan sesuatu yang salah atau tidak berdasar tentang Anda, dengan sopan hubungi organisasi tersebut untuk meminta ralat atau penghapusan publikasi.

Bersihkan Jaringan Anda

Ini adalah tip yang memang kontroversial, tetapi Anda harus secara rutin memindai pengikut sosial Anda, terutama di akun pribadi tempat Anda mem-posting konten pribadi.

Jika pengguna tidak dikenal atau akun jahat mengikuti Anda, hapus atau blokir mereka. Mereka tidak akan menerima pemberitahuan, meski mereka menyadarinya saat melihat profil Anda.
Ini adalah langkah untuk melindungi dan memperkuat identitas digital Anda.

Kencangkan Pengaturan Keamanan

Tidak ada yang kebal terhadap peretasan, phishing, dan manipulasi psikologis. Cara terbaik untuk melindungi akun digital Anda adalah dengan memperketat pengaturan keamanan.

Buat kata sandi yang kuat. Gunakan kata sandi yang berbeda untuk akun yang berbeda dan hanya masuk ke akun di perangkat tepercaya.

Anda juga harus mengaktifkan otentikasi dua faktor (two-factor authentication). Ini mirip dengan proses verifikasi dua langkah yang digunakan oleh bank dan memungkinkan pengguna memerlukan lapisan keamanan ekstra untuk login baru.

Langkah otorisasi tambahan ini biasanya melibatkan nomor telepon atau aplikasi pengautentikasi, seperti Google Authenticator.

Aplikasi Pihak Ketiga

Menghubungkan platform media sosial Anda ke aplikasi pihak ketiga seperti Photoshop, Dropbox, atau bahkan Venmo mungkin tampak tidak berbahaya.

Namun, dengan memberikan aplikasi ini akses akun sosial Anda, Anda mengekspos data pribadi seperti nama, daftar teman, foto profil, pendidikan, riwayat kerja, dan lainnya.

Aplikasi pihak ketiga juga dapat membuat pengguna rentan terhadap peretasan.

Frekuensi para profesional melakukan penyapuan digital ini bergantung pada seberapa sering mereka mem-posting dan seberapa kuat identitas digital yang mereka bangun. Karena itu, para profesional harus melakukan langkah sweeping ini setidaknya dua kali setahun.

Tags:
dampak coronadampak covid-19identitas digitaljaringan sosialkredibilitas digitalMedia SosialProfesionalprofil profesionalsocial media
%d blogger menyukai ini: