10 Juta Dosis Vaksin dari China Tiba untuk Vaksinasi TNI, Polri, hingga Pegawai Bank

February 02, 2021, 07:04 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac sebelum dilakukan penyuntikan kepada tenaga kesehatan di RS Siloam TB Simatupang, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021.Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pemerintah menambah pasokan vaksin COVID-19 dengan mendatangkan kembali 10 juta vaksin dalam bentuk bulk dan satu juta vaksin untuk kebutuhan overfilled dari Sinovac. Dengan begitu, saat ini total vaksin yang telah diterima Indonesia sebanyak 28 juta dosis.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi mengatakan, kedatangan vaksin kali ini merupakan tahap yang keempat. Pengiriman vaksin tahap pertama dan kedua telah dilakukan pada Desember 2020 dengan total 3 juta vaksin dan disusul tahap ketiga sebanyak 15 juta vaksin pada 12 Januari 2021.

Rencananya, vaksin ini akan dialokasikan dalam program vaksinasi tahap kedua yang menyasar petugas publik di seluruh Indonesia. Oscar menilai, ketersediaan vaksin aman dan sesuai skema yang telah direncanakan berkat lancarnya koordinasi dan komunikasi, termasuk dengan pihak penyedia.

“Kedatangan vaksin tahap keempat ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengamankan kebutuhan vaksin melawan COVID-19. Khususnya untuk tahap kedua vaksinasi ditujukan kepada 17,4 juta petugas publik,” ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa 2 Februari 2021.

Sasaran vaksinasi COVID-19 pada tahap ini adalah petugas pelayanan publik yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal.

Kemudian, para pekerja di bidang perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pada tahap 2, penerima vaksin COVID-19 juga termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih.

Vaksinasi Tahap Pertama

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan, stok vaksin saat ini telah mencukupi untuk digunakan pada vaksinasi tahap pertama. Adapun tahapan tersebut diperuntukkan bagi 1,5 juta tenaga kesehatan di dalam negeri.

“Hingga saat ini, vaksinasi telah dilakukan kepada lebih dari 500.000 tenaga kesehatan dan tahap untuk total 1,5 juta tenaga kesehatan diharapkan selesai sebelum akhir Februari,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Pemerintah Vaksinasi COVID-19 dari PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto menyatakan, vaksin tahap keempat yang datang ini akan diproses oleh perusahaan farmasi pelat merah tersebut.

“Bio Farma akan mengolah vaksin ini sesuai standar WHO (organisasi kesehatan dunia) untuk kemudian disalurkan ke daerah,” terang dia.

Lebih lanjut, Oscar menyebut bahwa vaksinasi adalah harapan semua bangsa di dunia untuk bersama bangkit dari pandemi COVID-19. Ia pun berpesan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak/menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan.

“Protokol kesehatan ditambah dengan vaksin merupakan upaya lengkap dalam menekan angka penyebaran virus COVID-19 di Indonesia,” tutup Oscar.