10 Bank Pemilik Aset Terbesar di Indonesia 2021, Bank Mandiri Kudeta BRI

17 Agustus 2021 08:36 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Sukirno

Ilustrasi Bank Mandiri, BCA, dan BNI / Repro

JAKARTA – Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai dengan Mei 2021, keseluruhan aset perbankan nasional yang terdiri atas 107 bank mencapai Rp9.273 triliun. Nilai aset tersebut tumbuh 7,65% year on year (yoy) dari posisi 2019 Rp8.614 triliun.

Dari jumlah tersebut, terdapat 10 bank konsolidasian beraset raksasa. Total aset kesepuluh perbankan terbesar di Indonesia nilainya mencapai Rp6.480 triliun hingga Juni 2021.

Dalam periode tersebut, empat bank pelat merah atau himpunan bank milik negara (Himbara) masih menempati urutan lima besar dalam deretan 10 bank beraset jumbo.

Apabila ditotal, jumlah aset keempat bank, meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, telah menguasai lebih dari separuh total aset 10 bank, yakni 66,12% atau setara dengan Rp4.285 triliun.

Dari 10 bank dengan nilai aset terbesar, lima di antaranya kompak mengalami pertumbuhan sementara lima lainnya justru mengalami penyusutan nilai aset. Demikian pula, 10 bank tersebut mengalami kondisi yang berbeda jika ditelisik berdasarkan penyaluran kredit dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari tabungan, giro, dan deposito.

Berikut daftar peringkat 10 bank dengan aset terbesar berdasarkan riset TrenAsia.com terhadap laporan keuangan konsolidasian bank per semester I-2021.

1. Bank Mandiri 

Pada paruh pertama tahun ini, Bank Mandiri berhasil menggeser BRI sebagai bank pemegang aset terbesar di Indonesia. Per semester I-2021, Bank Mandiri mencatat aset bank konsolidasian mencapai Rp1.580 triliun, tumbuh 10,56% dibandingkan dengan kuartal IV-2020 Rp1.429 triliun.

Bertambahnya aset Bank Mandiri tak lepas dari gemuknya DPK semester ini sejumlah Rp1.169 triliun, melesat 11,65% dari posisi akhir 2020  Rp1.047 triliun.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga sukses menumbuhkan penyaluran kredit pada semester I-2021. Penyaluran kredit Bank Mandiri mampu naik 13,97% menjadi Rp991,78 triliun dari posisi kuartal IV-2020 Rp870,14 triliun.

2. BRI

Sebaliknya, di posisi kedua bank dengan aset terbesar dipegang oleh jawara bertahan beberapa tahun belakangan yakni BRI. Sayangnya, hingga semester I-2021, BRI mengalami penyusutan aset sebesar 4,03% menjadi Rp1.450 triliun dari posisi kuartal IV-2020 yakni Rp1.511 triliun. 

Tak heran, DPK BRI juga terpantau turun 2,58% menjadi Rp1.092 triliun pada semester I-2021, dari kuartal IV-2020 sebesar Rp1.121 triliun. Kabar baiknya, bank yang menjadi induk Holding Ultra Mikro ini mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 3,32% menjadi Rp929,41 triliun dari posisi akhir 2020 Rp899,46 triliun. 

3. BCA

Satu lagi bank nasional yang mencatatkan nilai aset di atas Rp1.000 triliun adalah PT Bank Central Asia Tbk alias BCA. Bank berkode saham BBCA ini untuk pertama kalinya menyentuh aset Rp1.000 triliun justru di saat pandemi melanda sepanjang 2020. Pada semester I-2021, BCA kembali berhasil meningkatkan aset hingga menyentuh Rp1.129 triliun, naik 5,02% dari kuartal IV-2020 sebesar Rp1.075 triliun.

Usut punya usut, aset BCA terdongkrak oleh tingginya timbunan DPK perusahaan. BCA mencatat pertumbuhan DPK sebesar 6,55% menjadi Rp895,23 triliun dari semula Rp840,16 triliun pada akhir 2020. Sementara penyaluran kredit BCA tumbuh tipis 0,78% menjadi Rp587,58 triliun dari Rp583,00 triliun pada kuartal IV-2020.

4. BNI

Emiten pelat merah Bank BNI mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 5% menjadi Rp875,13 triliun pada semester I-2021. 

Adapun DPK naik sama besarnya yakni 4,5% yoy menjadi Rp569,7 triliun. Selain itu, penyaluran kredit BNI juga tercatat naik 4,5% yoy menjadi Rp569,7 triliun pada semester I-2021.

5. BTN

Bank Himbara paling mungil ini juga berhasil memperkuat aset dengan pertumbuhan mencapai 5,34%. Dengan begitu, BTN berhasil memiliki aset sebesar Rp380,51 triliun pada semester I-2021, sementara pada akhir tahun lalu masih berada di posisi Rp Rp361,20 triliun.

Tak hanya itu, BTN juga melaporkan kenaikan DPK sebanyak 6,89% menjadi Rp298,37 triliun dari sebelumnya Rp279,13 triliun. Sedangkan penyaluran kredit BTN tumbuh 1,69% menjadi Rp239,04 triliun dari sebelumnya Rp235,05 triliun.

6. CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) masih mempertahankan posisinya di peringkat keenam bank dengan aset terbesar. Hingga akhir semester I-2021, aset CIMB Niaga tumbuh 2,83% menjadi Rp288,93 triliun dari akhir 2020 Rp280,93 triliun.

Pertumbuhan aset tak lepas dari tumbuhnya DPK sebesar Rp5,08% menjadi Rp2218,07 triliun dari sebelumnya Rp207,52 triliun pada kuartal IV-2020. Di lain sisi, penyaluran kredit kontraksi 2,23% menjadi Rp138,73 triliun dari akhir tahun lalu Rp141,90 triliun.

7. Bank Panin

Selain Bank Mandiri yang menggeser posisi BRI, PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Panin Bank juga berhasil naik satu peringkat. Meski naik posisi, aset Bank Panin tercatat susut 5,63% menjadi Rp205,78 triliun dari kuartal IV-2020 sebesar Rp218,06 triliun.

Tak hanya itu, DPK Bank Panin juga tergerus 1,53% menjadi Rp140,82 triliun dari semula Rp143,02 triliun pada akhir 2020. Setali tiga uang, penyaluran kredit Bank Panin juga berkurang 2,94% menjadi Rp126,07 triliun dibandingkan dengan akhir 2020 Rp129,89 triliun.

8. OCBC NISP

Turun posisi ke peringkat 8, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) yang didirikan di Bandung pada 1941 ini membukukan total aset Rp201,11 triliun pada semester I-2021. Nilai tersebut terkoreksi 2,51% dari posisi kuartal IV-2020 sebesar Rp206,29 triliun.

Adapun DPK OCBC NISP juga bengkak 26,03% menjadi Rp159,08 triliun dari sebelumnya Rp126,03 triliun. Sedangkan penyaluran kredit OCBC NISP naik tipis 0,63% menjadi Rp114,87 triliun dari akhir tahun lalu Rp114,15 triliun.

9. Bank Danamon

Mempertahankan posisinya di urutan ke-9,  PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mencetak total aset Rp193,75 triliun, turun 3,55% dibandingkan dengan akhir 2020 Rp200,89 triliun.

Aset Bank Danamon tak luput dari terkoreksinya DPK sebanyak 3,92% menjadi Rp118,83 triliun dari akhir 2020 Rp123,73 triliun. Sementara penyaluran kredit terkikis 3,19% menjadi Rp99,14 triliun, padahal pada akhir 2020 masih mampu menyalurkan Rp102,41 triliun.

10. Bank BTPN

Di posisi paling bontot semester I-2021 diisi oleh Bank BTPN yang mencatatkan aset sebesar Rp175,92 triliun, turun 3,95% dari akhir 2020 senilai Rp183,16 triliun.

Bank BTPN juga mencatat berkurangnya DPK sebesar 4,10% menjadi Rp96,64 triliun dari akhir 2020 Rp100,78 triliun. Sedangkan penyaluran kredit BTPN juga susut tipis 0,92% menjadi Rp125,51 triliun dari akhir 2020 Rp126,68 triliun.

Berita Terkait