Pengguna Rokok Elektrik dari Kalangan SMA Meningkat 30%

TrenAsia (TA) -tcodep style="text-align: justify;">JAKARTA– Survey dari National Institute on Drug Abuse menyatakan bahwa pengguna rokok elektrik dari kalangan siswa senior atau sekolah menengah atas (SMA) meningkat 30% dibandingkan tahun lalu.  

Dikutip dari reuters, survey tersebut menunjukkan siswa kelas 10 dan 12 merupakan lonjakan terbesar dibandingkan tahun sebelumnya. Survey ini memiliki sampel lebih dari 44.000 siswa dari kelas 8, 10, dan 12 di sekolah pemerintah dan swasta AS.

rokok elektrik, dengan lebih banyak siswa kelas 8 dan 10 SMA yang melaporkan bahwa perangkat rokok elektrik dan liquid (cairan rokok elektrik) yang mengandung nikotin lebih mudah diperoleh pada tahun 2018. dibandingkan tahun 2017.

Rokok elektrik telah menjadi topik yang memecah belah di komunitas kesehatan masyarakat. Beberapa pihak fokus pada manfaat potensial dari pergeseran perokok seumur hidup ke produk nikotin yang kurang berbahaya, sementara yang lain khawatir produk tersebut akan menciptakan generasi baru yang kecanduan nikotin.

Bulan lalu, Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) yang menghadapi tekanan untuk bertindak terhadap meningkatnya popularitas perangkat rokok elektrik mengumumkan pembatasan baru pada produk tembakau beraroma, termasuk e-cigarette.

Peningkatan penggunaan rokok elektrik dicerminkan oleh perubahan dalam persepsi ketersediaan 

Produsen rokok elektrik, termasuk Juul Labs Inc yang berbasis di San Francisco, juga menghadapi pengawasan dari FDA di tengah meningkatnya penggunaan perangkat oleh remaja. (Nasser Panggabean)