Pemerintah Akan Tarik Investor Asing untuk Pengembangan Tiga Pelabuhan

TrenAsia (TA) -tcodep style="text-align: justify;">JAKARTA– Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terus berupaya menarik investor asing untuk menanamkan modalnya mengembangkan tiga hub pelabuhan di Indonesia. Tiga pelabuhan itu adalah Tanjung Priok, Patimban dan Kuala Tanjung.  Menurutnya, pelabuhan dan tol laut memiliki peran penting dalam mempersatukan Indonesia dan mengangkat perekonomian.

“Kita membuka pintu kepada para investor asing untuk mengembangkan tiga pelabuhan. Kita akan berikan fasilitas seperti kemudahan perizinan, keamanan dan jaminan investasi,” katanya seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (13/11). 

Tiga pelabuhan tersebut akan menjadi pintu ekspor dan impor komoditas. Budi Karya Sumadi  mengungkapkan, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta merupakan pelabuhan yang terbesar dan tersibuk yang dimiliki Indonesia. 

Sedangkan Pelabuhan Patimban akan dibangun sebesar Pelabuhan Tanjung Priok. Menhub menjelaskan, pelabuhan ini akan menjadi pintu ekspor mobil dan sepeda motor untuk dikirim ke Asia, Afrika dan Amerika. 

“Kalau Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di Sumatera Utara, menjadi tempat yang strategis untuk menghubungkan dengan Malaysia dan Singapura,” katanya. 

Dia mengungkapkan ada banyak investor yang sudah ikut mengembangkan kawasan pelabuhan. Salah satunya, baru-baru ini, investor dari Oman yang akan membangun pelabuhan di Tasikmalaya, Jawa Barat. 

PII Siapkan SDM

Senada dengan Menhub, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto berpendapat bahwa salah satu cara mengangkat perekonomian adalah dengan mengembangkan kawasan pelabuhan atau tol laut. Heru menilai bahwa menarik investor asing untuk mengembangkan tol laut merupakan langkah yang tepat. Sebagai negara maritim dengan letak geopolitik yang strategis, kemitraan dengan investor dapat melipatgandakan potensi ekonomi infrastruktur kemaritiman Indonesia. 

“Menarik investor asing merupakan solusi bagi Indonesia yang butuh likuditas modal. Pengembangan pelabuhan atau tol laut juga tidak terkecuali. Kita memang memerlukan investor asing dalam mengembangkan pelabuhan,” sebutnya. 

Heru mengatakan, PII sebagai asosiasi profesi siap berperan untuk menarik investor asing, dan realisasi proyek pengembangan tol laut dan pelabuhan itu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dari profesi insinyur yang kompeten, dan mumpuni. 

“Kita akan siapkan SDM atau insinyur-insinyur dalam negeri yang kompeten dan bisa bersaing dengan insinyur dari luar negeri,” ujar Heru yang baru saja dilantik menjadi Ketua Umum PII pada pekan lalu. 

Langkah pengembangan SDM salah satunya adalah PII akan membangun database insinyur. Dengan adanya database, PII akan lebih mudah mengarahkan insinyur untuk mendukung program-program pemerintah. Heru mengakui bahwa sampai saat ini belum ada satu pihak pun yang mempunyai database insinyur.

“Database itu juga berfungsi untuk mengetahui jumlah insinyur dan bidang-bidang mereka. Database ini secepatnya akan kita (PII) buat,” ungkapnya. (Nasser Panggabean)