Demi Bonus Lebih Gede, Banyak Driver Grab yang Beralih ke Go-Jek 

TrenAsia (TA) -  

JAKARTA. Perbedaan besaran bonus di perusahaan ojek online memicu peralihan driver Grab ke Go-Jek di Kota Malang, Jawa Timur. Puluhan driver Grab bersama-sama mendafarkan diri ke Go-Jek pada awal pekan ini. 

Dilaporkan oleh Kompas.com pada Senin (3/12), puluhan driver Grab berbondong-bondong mendatangi kantor Manajemen Go-Jek Kota Malang di Jalan Laksamana Martadinata, Kota Malang untuk lakukan pendaftaran. 

Driver ojek online Grab mendaftar ke perusahaan pesaingnya karena merasa pendapatannya semakin menurun seiring turunnya nilai bonus yang diberikan. Sedangkan, Go-Jek dinilai mampu memberikan pendapatan dan bonus lebih tinggi. 

Rizal, salah satu driver Grab yang beralih ke Go-Jek mengatakan, penerapan bonus Grab turun dari sebelumnya sehingga pendapatan para driver turun. Menurutnya, bonus Go-Jek lebih besar. Sedangkan di Go-Jek, 20 kali antar jemput penumpang bisa mendapatkan bonus Rp 80.000. Selisih Rp 30.000 dibandingkan Grab. “Grab memang lebih murah bagi penumpang, tapi bonusnya juga murah,” katanya. 

Awalnya, saat penerapan bonus tidak menerapkan sistem berlian, bonus yang didapatkannya sangat banyak. Sehari, ia bisa menghasilkan Rp 200.000. Namun, saat ini penggasilannya menurun karena target untuk mendapatkan bonus semakin tinggi.

“Sekarang semakin sulit. Cari Rp 100.000 aja sulit,” katanya. Mika, salah satu driver Grab lainnya yang ikut pindah ke Go-Jek mengeluhkan penerapan bonus yang kerap berubah di Grab. “Jelas aturan Grab yang berubah terus. Tiap minggu berubah,” katanya. 

Informasi di lapangan, Go-Jek membuka kuota sebanyak 100 orang untuk driver Grab yang ingin pindah ke Go-Jek. Namun, pihak manajemen Go-Jek Kota Malang enggan dikonfirmasi. Seseorang bertubuh tegap yang mengaku sebagai perwakilan dari Go-Jek Kota Malang meminta supaya tidak ada wartawan yang melakukan peliputan di area kantor Go-Jek yang sedang didatangi banyak driver Grab. 

Sedangkan Business Development Grab Surabaya, Juan Andrianto enggan mengomentari banyaknya driver Grab yang beralih ke Go-Jek. “Boleh tanya ke Jakarta aja ya Pak. Nanti saya share emailnya,” katanya.(Hidayat, SN)