Dalam 4 Tahun, Indonesia Sudah Punya 956 Startup

TrenAsia (TA) -tcodep style="text-align: justify;">JAKARTA– Industri startup di dalam negeri mengalami perkembangan pesat. Dalam 4 tahun terakhir, Indonesia memiliki 956 startup. 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, tahun ini mencatatkan pertumbuhan paling pesat. Tahun ini, tercatat sudah 850 startup. Nasir menjelaskan pada tahun 2016 ada 302 staratup. Tahun lalu meningkat menjadi 661 startup. 

“Tahun 2018 ini yang menjadi kejutan target kami ada 850 (startup). Tapi alhamdulillah tahun ini mencapai 956 (startup),” kata Nasir, Jumat (23/11). 

Nasir mengatakan, pertumbuhan tersebut merupakan sebuah inovasi untuk mendorong perekonimian rakyat sehingge menjadi semakin baik.  “Artinya apa? Inovasi Indonesia sangat bagus pertumbuhannya. Ini akan mendorong ekonomi rakyat, ekonomi rakyat Indonesia akan makin baik,” paparnya.

Nasir berharap, pertumbuhan dan keberadaan startup ingin dapat menjadi pijakan ekonomi nasional. Menurutnya, hadirnya para startup secara otomatis akan mendorong inovasi di UMKM dan dunia usaha. “Mudah-mudahan dengan startup ini kita bisa melanjutkan terus. Bagaimana startup ini penting sekali kami dorong, supaya apa? Inovasi tumbuh dari peneliti-peneliti itu,” lanjut Nasir.

Saat ini, Indonesia juga telah memiliki 4 startup berkategori unicorn yang memiliki valuasi aset di atas USD1 miliar. Adapun startup tersebut adalah Traveloka, Gojek, Tokopedia dan Bukalapak. Selanjutnya, ada banyak perusahaan startup dalam negeri yang sudah mendapatkan pendanaan seri A.

Ada beberapa perusahaan startup yang sudah melantai di bursa. Salah satunya adalah Passpod, perusahaan penyewaan wifi untuk luar negeri yang baru melantai di bursa baru-baru ini. ***(GEM)